BANDUNG (Aswajanews.id) – Ketua Presidium Corong Jabar, perhimpunan yang mewadahi politisi, aktivis, akademisi, guru besar, dan tokoh masyarakat, Yusuf Sumoena, SH., SPM., atau yang akrab disapa Kang Iyus, menilai Kota Bandung membutuhkan kepemimpinan yang harmonis, solid, dan memiliki pemahaman kuat terhadap tata kelola pemerintahan guna menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, sebagai ibu kota Provinsi Jawa Barat sekaligus barometer pembangunan di daerah, Kota Bandung memiliki karakter geografis dan demografis yang dinamis dengan tingkat keberagaman masyarakat yang tinggi. Kondisi tersebut menuntut kepemimpinan yang mampu bekerja secara kolektif dan terkoordinasi.
Ia menyebut sejumlah persoalan yang masih menjadi tantangan, di antaranya tingginya angka pengangguran, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat, penanganan krisis sampah, hingga meningkatnya angka kriminalitas yang dipengaruhi berbagai persoalan sosial dan ekonomi.
“Begitu banyak persoalan dan program kerja yang harus dijalankan. Karena itu diperlukan kepemimpinan yang cerdas, solid, dan memahami tata kelola pemerintahan dengan baik,” ujar Kang Iyus.
Ia menegaskan, penyelesaian berbagai persoalan di Kota Bandung tidak dapat mengandalkan satu figur pemimpin semata atau one man show. Menurutnya, dibutuhkan sinergi yang kuat antara Wali Kota, Wakil Wali Kota, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), serta jajaran aparatur pemerintahan.
Kang Iyus menjelaskan, dalam manajemen pemerintahan diperlukan penerapan siklus PDCA (Plan, Do, Check, Act)sebagai metode perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas kerja, menyelesaikan permasalahan, serta memastikan setiap program berjalan sesuai target.
Selain itu, pendelegasian tugas yang tepat dinilai menjadi faktor penting agar pelaksanaan program kerja maupun penyelesaian berbagai persoalan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur.
“Keberhasilan pembangunan Kota Bandung sangat ditentukan oleh kerja tim yang solid. Keharmonisan antara Wali Kota, Wakil Wali Kota, SKPD, dan seluruh jajaran pemerintahan menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa amanah yang diberikan masyarakat kepada kepala daerah dan wakil kepala daerah harus dijaga dengan bekerja sepenuh hati demi kepentingan warga Kota Bandung.
“Kita harus mencintai rakyat Kota Bandung. Semua pihak harus fokus bekerja demi kepentingan masyarakat. Amanah yang diberikan rakyat kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota harus dijaga dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Kang Iyus pun berharap para pemimpin Kota Bandung senantiasa membuka ruang dialog dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi para tokoh masyarakat, serta membangun sinergi yang baik dengan DPRD Kota Bandung sebagai mitra dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Para pemimpin Kota Bandung harus mau mendengar aspirasi rakyat, para tokoh masyarakat, serta bersinergi dengan wakil rakyat di DPRD Kota Bandung. Dengan kebersamaan, berbagai persoalan dapat diselesaikan secara lebih efektif,” pungkasnya. (Red)