PEMALANG (Aswajanews) – Peringatan Haul ke-6 Romo KH Mubarok bin Shomudi dan Haul ke-5 Nyai Hj. Siti Khodijah binti Kyai Sholeh, pendiri Pondok Pesantren Salafi Darul Muta’alimin Keboijo, Petarukan, Kabupaten Pemalang, berlangsung khidmat pada Jumat (13/3/2026).
Ratusan santri, alumni, tokoh masyarakat, serta jamaah dari berbagai daerah menghadiri acara tahunan tersebut sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk para pendiri pesantren yang telah berjasa dalam mengembangkan pendidikan Islam di wilayah Pemalang.
Kegiatan haul diawali dengan pembacaan Al-Qur’an 30 juz, dilanjutkan dengan maulid, tahlil, serta rangkaian doa bersama. Suasana religius dan penuh kekhusyukan terasa sepanjang acara yang menjadi momentum mengenang jasa para ulama tersebut.

Puncak acara diisi dengan mauidzoh hasanah yang disampaikan oleh Habib Muhammad Al Muthohar dari Semarang. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.
Menurutnya, rasa syukur merupakan kunci utama agar manusia mendapatkan keberkahan dalam hidup. Nikmat yang diberikan Allah tidak hanya berupa harta, tetapi juga kesehatan, kesempatan beribadah, serta keberadaan para ulama yang membimbing umat.
“Sebagai hamba Allah kita harus pandai bersyukur atas segala nikmat yang diberikan. Dengan bersyukur, Allah akan menambah nikmat-Nya dan menjadikan hidup kita lebih berkah,” ujar Habib Muhammad Mutohar di hadapan para jamaah.
Suasana penuh haru terlihat terutama saat pembacaan doa dan tahlil untuk Almaghfurlah KH Mubarok bin Shomudi dan Almaghfurlah Nyai Hj. Siti Khodijah binti Kyai Sholeh.
Melalui peringatan haul ini, para santri dan jamaah diharapkan dapat meneladani perjuangan para pendiri pesantren dalam berdakwah, mengajarkan ilmu agama, serta membangun generasi yang berakhlakul karimah. (Red/Rahmah)