BANDUNG (Aswajanews) – Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung terus mengoptimalkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari program strategis nasional Presiden Republik Indonesia. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui peresmian Dapur Satuan Pendidikan Pelaksana Gizi (SPPG) Margahayu Selatan 003 yang berlokasi di Desa Margahayu Selatan, Kecamatan Margahayu.
Peresmian dapur tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, pada Jumat (30/01/2026).
Dalam sambutannya, Wabup Ali menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada dapur MBG di Kabupaten Bandung yang ditutup karena tidak memenuhi persyaratan. Ia menyebut, secara umum pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bandung berjalan relatif aman dan terkendali.
“Alhamdulillah, sejauh ini di Kabupaten Bandung belum ada dapur MBG yang ditutup karena tidak memenuhi syarat. Saya melihat pelaksanaannya relatif aman, meskipun tetap harus terus dilakukan evaluasi dan perbaikan,” ujarnya.
Wabup Ali juga menegaskan bahwa program MBG merupakan inisiatif strategis Presiden RI yang bertujuan meningkatkan gizi dan kesehatan peserta didik di seluruh Indonesia. Dengan asupan nutrisi yang cukup, siswa diharapkan dapat lebih fokus belajar sehingga kualitas pendidikan nasional semakin meningkat.
“Program Makan Bergizi Gratis ini patut diapresiasi karena tidak hanya berdampak pada kesehatan dan kecerdasan anak-anak, tetapi juga memberi manfaat luas bagi masyarakat, terutama dari sisi ekonomi,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, kehadiran dapur-dapur MBG telah menciptakan permintaan besar terhadap bahan pangan dalam jumlah massal. Kondisi tersebut mendorong tumbuhnya usaha-usaha baru serta menggerakkan perekonomian lokal, mulai dari petani, peternak, pedagang pasar tradisional, hingga pelaku UMKM.
“Setiap dapur MBG membutuhkan beras, lauk-pauk, sayuran, dan bumbu. Ini membuka peluang pasar yang pasti bagi para pemasok bahan baku, sehingga pendapatan mereka menjadi lebih stabil,” terangnya.
Selain itu, Wabup Ali menyoroti dampak positif program MBG terhadap penciptaan lapangan kerja. Menurutnya, dapur MBG membutuhkan banyak tenaga kerja, mulai dari juru masak, asisten dapur, tenaga pengemasan, hingga pengemudi.
“Program MBG tidak hanya memberi makan anak-anak, tetapi juga memberi penghidupan bagi banyak keluarga melalui penciptaan lapangan pekerjaan,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Ali juga menekankan pentingnya komitmen dan konsistensi pengelola dapurdalam menjaga kualitas makanan dan kebersihan fasilitas. Meski mengapresiasi kondisi Dapur SPPG Margahayu Selatan 003 yang dinilainya sangat baik, ia mengingatkan agar standar tersebut tetap dijaga secara berkelanjutan.
“Saya selalu menekankan, meskipun awalnya sudah bagus, komitmen dan konsistensi harus terus diutamakan,” tegasnya.
Ia juga meminta para mitra dan pengelola dapur MBG untuk menyusun serta menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat guna meminimalisasi risiko keracunan makanan.
“Jangan sampai terjadi kasus keracunan seperti di daerah lain. SOP harus jelas, baik yang bersifat nasional maupun yang disusun secara internal,” katanya.
Menutup sambutannya, Wabup Ali menegaskan bahwa peresmian dapur SPPG ini merupakan bukti keseriusan Pemda Kabupaten Bandung dalam mendukung penuh program nasional Presiden RI.
“Kita ingin anak-anak Kabupaten Bandung tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter. Dengan gizi yang cukup dan layanan pendidikan yang baik, masa depan mereka akan jauh lebih cerah,” pungkasnya. (Red)