Beranda Sindikasi Tragedi di Pasar Soreang: Kanopi 13 Kios Ambruk, Satu Orang Tewas

Tragedi di Pasar Soreang: Kanopi 13 Kios Ambruk, Satu Orang Tewas

BANDUNG (Aswajanews.id) – Bagian atap atau kanopi beton dari 13 kios di Pasar Soreang Blok III Penggilingan Tepung, Desa/Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, ambruk sekitar pukul 12.30 WIB, Senin (16/3/2026).

Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang pria dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa material reruntuhan beton. Tiga korban lainnya mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Selain menimpa pedagang dan pengunjung pasar, reruntuhan kanopi beton juga menimpa sejumlah kendaraan milik warga yang sedang berada di area pasar saat kejadian berlangsung.

Sedikitnya lima kendaraan roda dua dan satu kendaraan roda empat mengalami kerusakan setelah tertimpa material bangunan yang runtuh dari bagian atap kios tersebut.

Petugas gabungan yang menerima laporan kejadian langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi korban serta mengamankan area sekitar tempat kejadian perkara.

F2F1A463 39AA 48EE B3F9 737163FD3CEF
Ali Syakieb bersama Aldi Subartono meninjau lokasi ambruknya kanopi kios di Pasar Soreang

Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, turut meninjau lokasi kejadian tidak lama setelah peristiwa tersebut dilaporkan oleh warga dan pedagang yang berada di sekitar pasar.

Dalam keterangannya kepada wartawan di lokasi kejadian, Ali Syakieb menyampaikan duka cita atas insiden tersebut, khususnya kepada keluarga korban yang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan.

“Kami menyampaikan turut berduka cita. Ada satu warga yang meninggal dunia dan tiga pengunjung pasar lainnya mengalami luka-luka akibat tertimpa material bangunan yang runtuh,” ujar Ali.

Ali juga menyatakan akan menjenguk para korban yang saat ini sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit setelah mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan material bangunan.

Terkait penyebab ambruknya kanopi beton tersebut, Ali menyebutkan hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Menurutnya, secara kasat mata kondisi bangunan terlihat masih cukup baik karena pembangunan kios pasar tersebut diketahui baru dilakukan sekitar tahun 2020 lalu.

Namun di beberapa kios terdapat mesin penggilingan tepung yang beroperasi setiap hari dan menimbulkan getaran cukup kuat yang diduga dapat mempengaruhi kondisi struktur bangunan.

“Untuk penyebab pastinya kita menunggu hasil pemeriksaan dari kepolisian dan para ahli konstruksi yang akan mengecek kondisi bangunan tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu Kapolresta Bandung, Aldi Subartono, mengatakan pihaknya bersama tim gabungan langsung melakukan evakuasi korban setelah menerima laporan kejadian.

Petugas juga mengevakuasi kendaraan roda dua dan roda empat yang tertimpa material bangunan serta melakukan pengamanan lokasi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

“Korban meninggal dunia kami bawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kematiannya,” ujar Aldi.

Kapolresta menambahkan pihaknya akan melibatkan sejumlah ahli konstruksi bangunan guna memastikan penyebab pasti ambruknya atap kanopi kios tersebut.

Selain memeriksa kondisi konstruksi bangunan, penyidik juga akan meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian saat peristiwa ambruk terjadi.

“Kami juga mengimbau pengelola pasar untuk segera mengecek kondisi bangunan lain yang berpotensi membahayakan agar tidak menimbulkan korban berikutnya,” kata Aldi.

Sementara itu perwakilan pengelola Pasar Soreang dari PT Bangunbina Persada, Aditia, menyatakan pihaknya turut berduka atas insiden yang menimpa pedagang dan pengunjung pasar tersebut.

Untuk sementara, sebanyak 13 kios yang terdampak reruntuhan kanopi beton tersebut ditutup hingga proses pemeriksaan kondisi konstruksi bangunan selesai dilakukan oleh pihak berwenang.

Pihak pengelola menyatakan akan mengikuti seluruh proses pemeriksaan serta memperhatikan hak-hak pedagang yang menjadi korban dalam peristiwa ambruknya kanopi kios tersebut. (Reporter: Uus)