INDRAMAYU (Aswajanews) – Peta politik Jawa Barat kembali bergetar. Politisi senior sekaligus mantan Bupati Indramayu, Nina Agustina Bachtiar, resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Keputusan tersebut semakin menguat setelah Nina melakukan pertemuan langsung dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di kediamannya di Jalan Kutai Utara 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Rabu (25/2/2026).
Putri mantan Kapolri Da’i Bachtiar itu datang didampingi Ketua DPW PSI Jawa Barat, Abang Ijo Hapidin, bersama sejumlah kader PSI.
Nina mengungkapkan, pertemuan tersebut bukan sekadar silaturahmi biasa. Ia secara langsung meminta restu atas langkah politik barunya.
“Alhamdulillah beliau merestui saya bergabung ke PSI. Pesannya sederhana tapi mendalam: jaga kebaikan, tetap rendah hati, dan sering turun ke masyarakat,” ujar Nina.
Menurutnya, sosok Jokowi menjadi salah satu alasan kuat dirinya memilih PSI, partai yang saat ini dipimpin oleh Kaesang Pangarep.
“Saya melihat semangat keberlanjutan, keberanian anak muda, dan politik yang lebih segar ada di PSI,” katanya.
Babak Baru Karier Politik
Langkah Nina dinilai sebagai babak baru dalam perjalanan politiknya. Sebelumnya, ia dikenal sebagai kader PDIP dan menjabat Bupati Indramayu periode 2021–2024.
Pengamat menilai, bergabungnya figur berpengalaman seperti Nina dapat memperkuat struktur dan basis elektoral PSI di Jawa Barat, khususnya di wilayah Pantura seperti Indramayu.
Di sisi lain, kepindahan ini juga memunculkan spekulasi tentang strategi besar PSI dalam menghadapi kontestasi politik mendatang, terutama dalam memperluas pengaruh di daerah.
Siap Turun ke Masyarakat
Nina menegaskan, keputusannya bukan sekadar perpindahan partai, melainkan komitmen untuk terus mengabdi.
“Saya ingin tetap hadir di tengah masyarakat. Politik bagi saya adalah tentang kerja nyata, bukan hanya simbol,” tegasnya.
Dengan bergabungnya Nina Agustina ke PSI, dinamika politik Jawa Barat dipastikan akan semakin menarik untuk disimak dalam waktu dekat. (Red)