INDRAMAYU (Aswajanews.id) – SMAN 1 Kedokanbunder menggelar kegiatan In House Training (IHT) Pendidikan Karakter Panca Waluya yang berlangsung di aula sekolah setempat selama dua hari, Rabu–Kamis (11–12/02/2026).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Cabang Dinas (KCD) Wilayah IX Provinsi Jawa Barat Dra. Hj. Dewi Nurhulaela, M.Pd., serta dua fasilitator Pendidikan Panca Waluya Provinsi Jawa Barat, Achmad Sundoro, S.Pd., M.Pd., dan Khabibatul Fatkhi, M.Pd.
Kepala SMAN 1 Kedokanbunder, H. Abdur Ropiq, S.Pd.Kim., menjelaskan bahwa Panca Waluya merupakan konsep pendidikan karakter berbasis budaya Sunda yang diinisiasi di Jawa Barat untuk membentuk Manusa Waluya atau manusia yang sehat dan paripurna.
“Program ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan berkarakter, berdaya saing global, peduli lingkungan, serta mampu mengembangkan potensi peserta didik secara utuh, mencakup aspek fisik, mental, emosional, dan sosial,” tuturnya.

Lima Nilai Utama Panca Waluya
Panca Waluya memiliki lima nilai utama, yakni:
-
Cageur (Sehat): Sehat secara jasmani, rohani, dan emosional.
-
Bageur (Baik): Berakhlak mulia, peduli terhadap sesama dan lingkungan.
-
Bener (Benar/Jujur): Menjunjung tinggi kejujuran dan integritas.
-
Pinter (Cerdas): Memiliki kemampuan intelektual, berpikir kritis, dan berwawasan luas.
-
Singer (Terampil/Tangkas): Terampil, inovatif, serta mampu memecahkan masalah.
Pendidikan karakter yang dikenal juga dengan sebutan Gapura Panca Waluya ini bertujuan membentuk kepribadian peserta didik yang positif, disiplin, dan bertanggung jawab.
Dengan adanya IHT ini, diharapkan seluruh tenaga pendidik mampu mengimplementasikan nilai-nilai Panca Waluya secara konsisten dalam proses pembelajaran dan budaya sekolah sehari-hari.
(Herman/Tongol)