BANDUNG (Aswajanews.id) – Pekerjaan preservasi ruas Jalan Sukahaji–Cibeber kembali dilanjutkan pada Jumat (9/1/2026), setelah sebelumnya sempat tidak terlihat aktivitas di lapangan. Pantauan Aswajanews.id di Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, menunjukkan satu unit alat berat mulai beroperasi di sisi jalan yang berbatasan langsung dengan jurang.
Berdasarkan papan informasi kegiatan yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan paket Preservasi Jalan Sukahaji–Cibeber (MYC) yang berada di bawah kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga.
Proyek preservasi jalan ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp15.527.264.336 dengan masa pelaksanaan 180 hari kalender, sebagaimana tercantum dalam dokumen kontrak.
Pantauan di lapangan menunjukkan alat berat difokuskan pada pekerjaan di tepi badan jalan, khususnya pada pembangunan tembok penahan tanah (TPT). Pekerjaan ini bertujuan untuk memperkuat struktur jalan sekaligus mengantisipasi potensi longsor, mengingat kondisi jalan berada di kawasan berbukit dan berdekatan dengan jurang.
Seorang pelaksana pekerjaan di lapangan mengatakan bahwa aktivitas preservasi baru kembali dimulai pada hari ini. Ia mengakui bahwa pada periode sebelumnya, pekerjaan belum berjalan secara optimal.
“Baru hari ini pekerjaan dilanjutkan kembali,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, sejauh ini pelaksanaan pekerjaan berjalan normal dan belum ditemukan kendala yang bersifat signifikan. Adapun hambatan yang sempat muncul lebih berkaitan dengan keberadaan jaringan utilitas di sekitar badan jalan yang memerlukan penyesuaian teknis.
Selain itu, faktor cuaca juga menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan pekerjaan. Curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir turut memengaruhi ritme kerja alat berat di lapangan.
Warga setempat membenarkan bahwa aktivitas pekerjaan kembali terlihat. AJ (35), warga Desa Lebakmuncang, mengaku melihat langsung alat berat mulai beroperasi di lokasi proyek.
“Memang betul, hari ini kami melihat alat berat sudah mulai bekerja lagi,” kata AJ.
Warga berharap pekerjaan preservasi ruas Jalan Sukahaji–Cibeber dapat berjalan lancar dan selesai sesuai jadwal, mengingat jalur tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas masyarakat serta memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi.
(Reporter: Uus)