GARUT (Aswajanews) – Aktivitas Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di Hotel Harmoni, Cipanas, Kabupaten Garut, pada 27–29 Januari 2026, tidak hanya diisi dengan agenda pemaparan materi dan rapat komisi. Rakerwil kali ini juga menghadirkan kegiatan bernuansa penguatan spiritual dan kebugaran jasmani.
Kegiatan tersebut diisi dengan Salat Subuh Berjamaah, dilanjutkan tausiyah, serta senam pagi yang diikuti seluruh peserta.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, M.Si., menegaskan bahwa ASN Kementerian Agama harus menjadikan shalat berjamaah sebagai kekuatan spiritual dalam membangun kehidupan yang harmonis dan berakhlak mulia.
“Salat Subuh berjamaah bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah, menumbuhkan disiplin, serta membangun karakter umat yang religius dan bertanggung jawab,” ujar Dudu Rohman di sela kegiatan.
Ia juga menekankan pentingnya peran masjid sebagai pusat pembinaan umat. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang edukasi, diskusi, dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
“Masjid harus menjadi pusat peradaban. Dengan memakmurkan masjid, insyaallah kehidupan masyarakat akan semakin berkah,” tandasnya.
Salat Subuh berjamaah pada Selasa (28/1/2026) tersebut diimami oleh H. Roby Syamsi. Usai salat, tausiyah disampaikan oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Bogor, H. Dede Supriatna, S.Ag., M.Pd.I.
Dalam ceramahnya, Dede Supriatna mengingatkan bahwa manusia sejatinya sedang “berlari” menuju akhirat, sebagaimana dunia juga terus berjalan meninggalkan manusia. Menurutnya, terdapat generasi yang hanya mengejar dunia, ada pula yang hanya mengejar akhirat. Namun ASN Kementerian Agama idealnya menjadi generasi dunia–akhirat.
“Ini merupakan implementasi firman Allah SWT dalam Al-Baqarah ayat 201. Ada kelompok yang sukses di dunia tetapi gagal di akhirat, dan ada pula yang sukses di dunia sekaligus akhirat serta terhindar dari api neraka,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa di dunia masih ada kesempatan beramal, sedangkan di akhirat tidak ada lagi amal, yang ada hanyalah hisab. Oleh karena itu, keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat menjadi kunci utama dalam menjalani kehidupan.
Kegiatan Rakerwil ini turut dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jabar, Drs. H. Mohammad Ali Abdul Latief, M.Ag., para kepala bidang, serta para Kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Rangkaian kegiatan pagi ditutup dengan senam bersama. Meski udara Cipanas terasa dingin, para peserta tampak antusias menggerakkan tubuh hingga berkeringat, menciptakan suasana segar dan penuh kebersamaan.
(Kontributor: Eva Nurwidiawati)