BANDUNG (Aswajanews) – Ratusan pengurus struktur Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung dari tingkat DPC hingga DPAC, anggota DPRD, kader, serta simpatisan menghadiri kegiatan Silaturahmi Ramadhan di Pondok Pesantren Sa’adatuddaroin, Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Rabu (4/3/2026).
Agenda tahunan ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di internal partai.
Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna, dalam sambutannya menegaskan bahwa Ramadhan harus dijadikan ajang memperkuat ukhuwah, memperkokoh soliditas partai, serta meningkatkan komitmen pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, PKB sebagai partai yang lahir dari rahim para ulama dan pesantren harus terus menjaga marwah perjuangan dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam moderat dan semangat kebangsaan.
“Alhamdulillah, pada Pemilu 2024 PKB Kabupaten Bandung meraih hasil membanggakan dengan 12 kursi DPRD Kabupaten Bandung, 2 kursi DPR RI, serta 2 kursi DPRD Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya konsolidasi internal agar seluruh struktur partai, mulai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan, tetap solid dan satu komando dalam menjalankan program kerja.
“Ramadhan ini menjadi momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat kebersamaan, dan memastikan PKB selalu hadir di tengah masyarakat, memperjuangkan aspirasi umat,” tegasnya.

Kegiatan Silaturahmi Ramadhan tersebut juga diisi dengan tausiyah keagamaan, doa bersama, serta dialog kebangsaan yang membahas peran kader PKB dalam mendukung pembangunan daerah dan menjaga stabilitas sosial di Kabupaten Bandung.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Fraksi PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga soliditas dan semangat perjuangan kader.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh kader PKB Kabupaten Bandung semakin solid dan siap berkontribusi aktif dalam pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat. PKB harus menjadi garda terdepan dalam membantu pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh keakraban, mencerminkan semangat kebersamaan antara pengurus partai, kader, dan masyarakat yang hadir di lingkungan pesantren. (Red)