Beranda Sindikasi Petugas Cleaning Service Tewas Dibunuh di RSUD Majalaya, Pelaku Serahkan Diri ke...

Petugas Cleaning Service Tewas Dibunuh di RSUD Majalaya, Pelaku Serahkan Diri ke Polisi

Kab. Bandung (Aswajanews) – Peristiwa tindak pidana pembunuhan terjadi di lantai 2 Gedung Utama RSUD Majalaya, Kabupaten Bandung. Korban ditemukan meninggal dunia pada Minggu, 4 Januari 2026, sekitar pukul 04.30 WIB, di ruangan sentral atau gudang cleaning service.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa korban bernama Fikri Ardiansyah (24), seorang petugas cleaning service RSUD Majalaya, warga Kampung Kadataun, Desa Mekarpawitan, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sudut ruangan dengan tubuh bersimbah darah.

Pelaku pembunuhan diketahui berinisial R alias Sa (43), yang merupakan Kepala Cleaning Service RSUD Majalaya. Pelaku beralamat di Kampung Babakan Jati, Desa Sukamantri, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung. Usai kejadian, pelaku menyerahkan diri ke Polresta Bandung dan mengakui perbuatannya.

Berdasarkan pengakuan sementara kepada pihak kepolisian, aksi pembunuhan dilakukan pada Sabtu malam, 3 Januari 2026, sekitar pukul 19.30 WIB. Pelaku menggunakan sebuah martil untuk menganiaya korban hingga menyebabkan luka fatal. Martil tersebut diduga merupakan alat kerja yang biasa berada di sekitar area tempat korban dan pelaku bertugas.

Lebih lanjut, Hendra mengungkapkan bahwa motif sementara pembunuhan mengarah pada persoalan utang piutang. Korban disebut memiliki utang kepada pelaku sebesar kurang lebih Rp5.000.000, yang diduga memicu terjadinya aksi kekerasan tersebut.

Mendapatkan laporan kejadian, jajaran Polsek Paseh yang dipimpin langsung Kapolsek Paseh bersama Kasubnit Ranmor Polresta Bandung segera mendatangi lokasi kejadian di lantai 2 Gedung Utama RSUD Majalaya. Setibanya di TKP, petugas memastikan korban telah meninggal dunia.

Adapun langkah-langkah kepolisian yang telah dilakukan meliputi pengamanan TKP dengan menjaga status quo, pemeriksaan saksi-saksi, pengumpulan barang bukti, serta pelaporan kepada pimpinan guna penanganan lebih lanjut. Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani oleh Polresta Bandung untuk proses penyelidikan dan penyidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

7BA2679B 698B 4153 9A20 E60CB23AD114

Sementara itu, Wakil Direktur RSUD Majalaya, Agus Heri Juhari, S.Kep., M.AP, angkat bicara terkait insiden tersebut yang sempat menimbulkan beragam spekulasi di tengah masyarakat.

Agus menegaskan bahwa pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut bukan merupakan pegawai RSUD Majalaya, melainkan tenaga kerja outsourcing dari perusahaan penyedia jasa penunjang rumah sakit.

“Perlu kami luruskan, kejadian ini tidak melibatkan pegawai rumah sakit. Yang bersangkutan merupakan petugas outsourcing dari pihak ketiga,” tegas Agus kepada awak media, Senin (5/1/2026) siang.

Ia menjelaskan, karena lokasi kejadian berada di lingkungan rumah sakit, muncul kesimpangsiuran informasi seolah-olah insiden tersebut berkaitan langsung dengan internal RSUD Majalaya. Padahal, secara administratif dan teknis, tanggung jawab terhadap tenaga outsourcing berada di pihak perusahaan penyedia jasa. (Red)