BREBES (Aswajanews) – Ketua Tim Pesantren Ramadhan Center, Akhmad Sururi, menegaskan bahwa kegiatan Pesantren Ramadan di SMKN 1 Bulakamba memang telah berakhir, namun proses belajar ilmu agama tidak boleh berhenti.
“Hari ini adalah pembelajaran terakhir dalam kegiatan Pesantren Ramadan di SMKN 1 Bulakamba. Akan tetapi pembelajaran sesungguhnya tidak berakhir, apalagi belajar ilmu agama Islam. Sepanjang hayat manusia membutuhkan ilmu agama,” kata Sururi di hadapan peserta saat penutupan kegiatan pada Jumat (13/3/2026).
Ia mengingatkan para siswa agar terus melanjutkan belajar agama di berbagai tempat, baik di rumah, majelis taklim, maupun lembaga pendidikan lainnya yang menjadi sumber pengetahuan.
Menurutnya, belajar langsung kepada guru memiliki kekuatan ruhani yang tidak dapat tergantikan. Meski saat ini banyak sumber pembelajaran melalui kecerdasan buatan (AI), media sosial, maupun media online, hal tersebut tidak dapat dijadikan pegangan sepenuhnya.
“AI, media sosial dan berbagai aplikasi memang dapat membantu mencari pengetahuan, tetapi tidak bisa dijadikan pegangan seutuhnya. Karena itu kita tetap harus berguru dalam mencari ilmu,” ujarnya.
Di hadapan peserta Pesantren Ramadan SMKN 1 Bulakamba, Sururi yang juga Ketua DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Brebes mengajak para siswa untuk mengamalkan ilmu yang telah dipelajari selama kegiatan berlangsung.
Menurutnya, manfaat ilmu akan benar-benar dirasakan ketika ilmu tersebut diamalkan dan mampu mendekatkan seseorang kepada Allah SWT.
Pada kesempatan itu, Sururi juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala SMKN 1 Bulakamba yang telah memberikan kesempatan kepada Tim Pesantren Ramadhan Center untuk berbagi ilmu sekaligus belajar bersama para siswa.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Bulakamba, Rudiyanto, menyampaikan pesan serupa kepada para peserta agar terus mempelajari ilmu agama dari berbagai sumber dan tidak berhenti setelah kegiatan pesantren Ramadan berakhir.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Tim Pesantren Ramadhan Center yang telah melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan bagi para siswa selama bulan Ramadan.
Kegiatan penutupan yang berlangsung di Aula SMKN 1 Bulakamba turut dihadiri Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Brebes, KH Mu’min Syafiq, yang memimpin doa bersama sejumlah penyuluh agama dari Kecamatan Bulakamba.
Selain itu hadir pula tim Pesantren Ramadhan Center dari kalangan alumni pesantren, di antaranya Muhimatul Fadilah, Akhmad Miftahusalam, dan Nur Kholidin.
Acara penutupan diakhiri dengan pembacaan ikrar santri Pesantren Ramadan yang diikuti seluruh peserta dengan khidmat. Setelah itu para siswa melakukan musafahah atau bersalaman dengan para narasumber dari Tim Pesantren Ramadhan Center serta para guru SMKN 1 Bulakamba. (Red/Nas)