GARUT (Aswajanews) – Sebanyak 174 jemaah haji asal Kabupaten Garut resmi diberangkatkan melalui Embarkasi Kertajati (KJT), Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Kamis (7/5/2026). Keberangkatan ini menjadi yang pertama kalinya bagi jemaah haji Garut menggunakan embarkasi tersebut setelah sebelumnya melalui Embarkasi Bekasi.
Rombongan yang tergabung dalam Kloter 22 Embarkasi Kertajati itu terdiri dari 169 jemaah dan lima petugas haji. Prosesi pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin di Babancong Pendopo Garut dan berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pemerintah daerah serta keluarga jemaah.
Dalam sambutannya, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengungkapkan keprihatinannya atas menurunnya jumlah jemaah haji asal Garut pada tahun ini. Jika tahun lalu jumlah jemaah mencapai 1.931 orang, tahun ini hanya sebanyak 174 jemaah atau kurang dari 10 persen.
Menurut Syakur, tingginya minat masyarakat Garut untuk menunaikan ibadah haji tidak sebanding dengan jumlah keberangkatan akibat adanya aturan baru yang menyebabkan banyak calon jemaah harus menunda keberangkatan.
“Saya sempat protes ketika ada aturan baru yang menyebabkan sebagian besar calon jemaah haji kita tidak jadi berangkat. Saya saat itu minta jangan diberlakukan sekarang tapi tahun depan, mengingat banyak calon jemaah yang sudah melakukan persiapan bahkan sudah syukuran, tapi tetap tidak bisa berangkat,” ujarnya.
Syakur juga berpesan kepada seluruh jemaah agar menjalankan ibadah dengan ikhlas serta menjaga kesehatan dan keselamatan selama berada di Tanah Suci.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Garut, Indra Azwar Mawardi, mengatakan seluruh proses persiapan keberangkatan musim haji 1447 Hijriah/2026 berjalan lancar, mulai dari manasik hingga kebutuhan akomodasi jemaah.
Ia menjelaskan, jemaah asal Garut nantinya akan bergabung dengan jemaah dari Kota Bandung dan Kota Cimahi serta menggunakan fasilitas Asrama Haji Indramayu sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. Pemerintah Kabupaten Garut juga menyediakan lima unit bus untuk mengantar para jemaah menuju embarkasi.
“Untuk pertama kalinya kami menggunakan Kertajati, biasanya menggunakan embarkasi Bekasi,” kata Indra.
Menurutnya, sekitar 60 persen jemaah yang berangkat tahun ini merupakan lanjut usia (lansia). Tercatat lebih dari 80 jemaah lansia ikut dalam rombongan keberangkatan.
Dalam data manifes Kemenhaj Garut, jemaah tertua tahun ini adalah Ija Watma (93) asal Kecamatan Bayongbong. Sementara jemaah termuda ialah Fadlan Haraz Akili (17) asal Tarogong Kidul.
Indra juga mengungkapkan adanya perubahan mekanisme pembagian kartu nusuk haji. Jika sebelumnya kartu tersebut dibagikan setibanya di Arab Saudi, tahun ini pembagian dilakukan di Indonesia melalui embarkasi masing-masing.
“Untuk tahun ini, jemaah tertua berusia 93 tahun, sedangkan jemaah termuda berusia 17 tahun,” pungkasnya. (Red)