SUMEDANG (Aswajanews) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah melakukan rekonstruksi besar-besaran ruas jalan Cijelak, Kabupaten Sumedang hingga perbatasan Sumedang–Indramayu sebagai upaya mempercepat perbaikan infrastruktur publik di wilayah tersebut.
Saat ini proyek memasuki tahap pembongkaran jalan lama berbahan beton sebelum dilakukan pembangunan ulang. Total panjang jalan yang direkonstruksi mencapai 6 kilometer dan dibagi dalam empat segmen pekerjaan.
Site Manager proyek, Fauzan, menjelaskan pembagian pekerjaan terdiri dari segmen pertama sepanjang 2,2 kilometer, segmen kedua 2,1 kilometer, segmen ketiga 1,1 kilometer, dan segmen keempat sepanjang 500 meter.
“Untuk sekarang di belakang kita itu sedang ada pekerjaan membongkar jalan eksisting lama yang terbuat dari beton,” ujar Fauzan saat meninjau lokasi proyek.
Pemprov Jawa Barat menegaskan proyek tersebut merupakan bentuk nyata penggunaan anggaran daerah yang bersumber dari pajak masyarakat untuk pembangunan fasilitas publik.
Dalam kesempatan itu juga dipaparkan posisi saldo kas RKUD Provinsi Jawa Barat per Senin, 18 Mei 2026 pukul 17.00 WIB. Realisasi penerimaan daerah tercatat mencapai Rp42,9 miliar.
Rinciannya meliputi:
- Pajak Kendaraan Bermotor: Rp25,98 miliar
- Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor: Rp14,48 miliar
- Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor: Rp369 juta
- Pajak Air Permukaan: Rp361 juta
- Pajak Alat Berat: Rp16,7 juta
- Retribusi Daerah: Rp343 juta
- Lain-lain PAD yang Sah: Rp1,33 miliar
Sementara realisasi pengeluaran daerah mencapai Rp23,56 miliar dengan rincian:
- Belanja Pegawai: Rp7,15 miliar
- Belanja Barang dan Jasa: Rp16,04 miliar
- Belanja Modal: Rp135 juta
- Belanja Bantuan Keuangan ke Pemerintah Desa: Rp228 juta
Dengan realisasi tersebut, saldo kas RKUD Provinsi Jawa Barat tercatat sebesar Rp264,89 miliar.
Pemprov Jabar menegaskan setiap pajak yang dibayarkan masyarakat akan dikembalikan dalam bentuk pembangunan dan peningkatan fasilitas umum, termasuk rekonstruksi jalan di kawasan Cijelak.
“Pekerjaan ini merupakan wujud nyata dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam merawat fasilitas publik. Setiap rupiah yang dibayarkan masyarakat melalui pajak kami alokasikan kembali untuk membiayai pembangunan dan perbaikan sarana publik,” demikian disampaikan dalam peninjauan proyek.
Pemprov Jabar juga mengajak masyarakat terus mendukung pembangunan daerah demi mewujudkan Jawa Barat yang lebih maju dan istimewa. (Yayat/Humas Jabar)