BREBES (Aswajanews.id) – Pondok Pesantren Al-Hasaniyyah Kedawon, Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Brebes kembali menggelar istighotsah rutin Malam Jumat Manis, Kamis malam (4/12/2025). Tradisi keagamaan yang telah lama diwariskan ini kembali menghadirkan suasana spiritual yang khidmat bagi santri, asatidz, dan masyarakat sekitar.
Sejak selepas salat Isya, jamaah mulai berdatangan memenuhi halaman pesantren. Suasana tampak khusyu’, penuh harap, dan diiringi lantunan dzikir yang menenangkan hati.
Istighotsah dan doa bersama dipimpin oleh Dr. KH. Nuridin Syamsudin. Dalam mauidzah hasanahnya, beliau menyampaikan pesan mendalam tentang hakikat syukur serta pentingnya menanamkan kesadaran sebagai hamba Allah SWT.
Dua Makna Syukur: Lisan dan Perbuatan
KH. Nuridin menjelaskan bahwa syukur memiliki dua dimensi penting:
-
Syukrun ‘Ammun, yakni syukur umum yang diungkapkan melalui lafaz-lafaz dzikir dan ucapan seperti Alhamdulillah. Ini menjadi bentuk pengakuan bahwa segala nikmat semata-mata datang dari Allah SWT.
-
Syukrun Khosun, yaitu syukur khusus yang diwujudkan melalui amal ibadah, menjalankan perintah Allah, serta menjaga perilaku sehari-hari.
Pada poin ini, beliau menekankan pentingnya menjaga lisan sebagai bagian dari syukur. Lisan adalah anugerah besar; menggunakannya untuk kebaikan serta menghindari ucapan yang menyakiti adalah wujud syukur yang nyata.
“Semoga yang sedang diberi nikmat sakit disembuhkan, yang mengalami kesulitan ekonomi diberi kelapangan. Mari berdoa dan berharap keberkahan melalui doa khotmil Qur’an,” tutur beliau.
Momen Silaturahmi dan Penguatan Spiritualitas
Selain dzikir dan doa, kegiatan malam itu juga menjadi ajang memperkuat silaturahmi antarjamaah. Banyak peserta merasa bahwa istighotsah ini memberi ketenangan batin, meneguhkan keyakinan, dan menjadi energi spiritual untuk menghadapi hari-hari berikutnya.
Acara ditutup dengan doa khotmil Qur’an memohon keselamatan, keberkahan, dan perlindungan Allah SWT bagi keluarga besar Pondok Pesantren Al-Hasaniyyah serta masyarakat sekitar.
Istighotsah rutin Malam Jumat Manis terus menjadi salah satu pilar pembinaan spiritual, pendidikan akhlak, serta penanaman nilai-nilai keislaman di wilayah Larangan, Brebes.
Semoga kegiatan ini terus membawa kedamaian dan menjadi wasilah turunnya keberkahan bagi seluruh jamaah.
(A’isy Hanif Firdaus)