Beranda Sindikasi IPARI Gandeng DMI dan FKDT Brebes Rencanakan Pesantren Ramadhan

IPARI Gandeng DMI dan FKDT Brebes Rencanakan Pesantren Ramadhan

BREBES (Aswajanews) – Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Brebes merencanakan kegiatan Pesantren Ramadhan di sejumlah lembaga pendidikan formal. Kegiatan tersebut akan menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Brebes dan DPC FKDT Kabupaten Brebes.

Rencana tersebut disampaikan Ketua IPARI Kabupaten Brebes, H. Mumin Syafik, Lc., dalam pertemuan bersama yang digelar di ruang KUA Brebes, Selasa (10/2/2026).

Sekretaris PD DMI Kabupaten Brebes, Akhmad Sururi, menyampaikan bahwa kehadiran Pesantren Ramadhan di tengah komunitas pelajar merupakan langkah preventif untuk mencegah berkembangnya paham keagamaan radikal. Ia mengungkapkan, berdasarkan sejumlah hasil penelitian di beberapa daerah, terjadi peningkatan sikap intoleransi di kalangan pelajar, khususnya tingkat SMA. Bahkan, radikalisme atas nama agama dinilai mulai merambah lembaga pendidikan formal.

“Oleh karena itu, kita harus memiliki keterpanggilan nurani secara bersama untuk memberikan pemahaman keagamaan yang ramah dan rahmatan lil ‘alamin. Islam hadir di Indonesia dengan wajah yang damai dan santun. Komitmen pemerintah dalam penguatan moderasi beragama juga perlu menyentuh komunitas pelajar,” ujarnya.

Sururi juga menyoroti kondisi remaja saat ini yang dinilai semakin jauh dari masjid. Ia membandingkan dengan era 1980-an, ketika remaja masih banyak meramaikan masjid di kampung-kampung. Kini, menurutnya, remaja lebih banyak menghabiskan waktu di kafe atau tempat hiburan, sementara masjid mulai ditinggalkan.

A45D3510 1949 429A 8FBA DDD5C7E1A7C9

Sementara itu, Ketua DPC FKDT Kabupaten Brebes menekankan pentingnya penguatan pemahaman dan praktik ajaran Islam di kalangan pelajar. Minimnya jam tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dinilai berdampak pada lemahnya pemahaman keagamaan, sehingga sejumlah kewajiban sebagai seorang muslim kerap terabaikan.

Ia menambahkan bahwa dasar-dasar keagamaan masih membutuhkan penguatan melalui kegiatan pendalaman materi, seperti Pesantren Ramadhan.

“Kita harus memiliki keterpanggilan nurani untuk mewujudkan Islam kaffah di kalangan pelajar. Ketika seseorang beragama secara utuh, maka akan lahir perilaku yang toleran, moderat, dan menebarkan kedamaian. Maraknya tawuran dan berbagai tindakan kriminalitas antara lain dipengaruhi oleh kurangnya penghayatan dan pemahaman keagamaan yang baik. Karena itu, Pesantren Ramadhan menjadi bagian penting dari dakwah Islam di lembaga pendidikan,” imbuh Sururi.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala KUA Kecamatan Brebes, H. Soleh, serta sejumlah Penyuluh Agama Islam wilayah Kecamatan Brebes. Kepala KUA Kecamatan Brebes menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut dan berharap tim yang akan dibentuk dapat menjalankan amanah dengan baik dan lancar.

(Red/Nas)