Beranda Nusantara Halal bi Halal Santri Putri Lirboyo di Brebes : Memperkuat Ukhuwah, Mengokohkan...

Halal bi Halal Santri Putri Lirboyo di Brebes : Memperkuat Ukhuwah, Mengokohkan Peran Alumni dan Santri untuk Masyarakat Berkemajuan

Komunitas santri dan alumni Pondok Pesantren Putri Lirboyo akan menggelar event Halal bi Halal dengan menghadirkan Mubalighoh kondang yang sudah akrab dalam dunia media sosial. Ning Hj Sheila Hasina Zam Zami akan hadir memberikan pencerahan untuk komunitas santri dan alumni santri putri Lirboyo Kediri Jawa Timur yang berdomisili di Kab Brebes. Acara tersebut akan digelar pada hari Senin, 30 Maret 2026 bertepatan dengan tanggal 10 Syawal 1447 di Pondok Pesantren As Salafiyah 2 Jatirokeh Kec Songgom Kab Brebes.

Kehadiran Ning Sheila panggilan akrab Ustadzah Muda yang penuh inspiratif dan Dzuriyah Pondok Pesantren Lirboyo dalam Halal bi Halal yg bertajuk “Memperkuat Ukhuwah, Mengokohkan Peran Alumni dan Santri untuk Masyarakat Berkemajuan. Tema ini akan mempertegas peran santri dan alumni Pondok Pesantren Putri di tengah tengah masyarakat yang sudah berkemajuan.

Sebagai dai muda yang digandrungi oleh komunitas milineal, Ning Sheila tentu sangat diharapkan akan memberikan pencerahan kepada alumni dan santri putri agar lebih berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Peran ini tentu seyampang dengan dawuh Kyai Sepuh,” Santri yen mulih ngadep dampar,”. Berperan dalam kehidupan bermasyarakat tentu tidak meninggalkan kewajiban kodrati sebagai seorang perempuan. Disinilah pesan Ning Sheila, agar perempuan bisa menjaga kehormatan dalam koridor Fiqih Perempuan.

Kehidupan bermasyarakat hari ini tentu tidak bisa disamakan dengan era 10 tahun silam. Era digital dan teknologi informasi yang berkembang dasyat di tengah tengah masyarakat menuntut pola adaptasi dengan tetap berpegang teguh terhadap tradisi dan idiologi Pesantren. Pola dakwah yang diperankan oleh Ning Sheila sesungguhnya menjadi icon dai dari komunitas “Ning” yang mampu berdialog dengan konteks masyarakat masa kini. Sehingga semua ulasan dan pencerahan yang ditayangkan di media sosial memillki daya solutif atas segala persoalan yang berkembang.

Meskipun diksi “masyarakat berkemajuan” lahir dari saudara tua NU, yaitu Muhammadiyah, akan tetapi sesungguhnya pesantren putri hari ini juga dihadapkan dengan masyarakat yang berkemajuan. Salah satu ciri masyarakat berkemajuan adalah sikap moderat atau washatiyah. Sikap inilah yang menjadi Islam dan secara khusus dakwah pesantren bisa diterima dimana mana. Dakwah Ning Sheila menyasar kepada kelompok masyarakat yang sudah berfikir maju. Sehingga Beliau bisa diterima oleh semua kalangan.

Sebagai Ning yang dijuluki dengan Ratu Ustadzah, Ning Sheila akan banyak memberikan pencerahan yang sangat bermakna untuk santri dan alumni putri di Kab Brebes. Mereka (santri dan alumni) sudah bersiap-siap meluangkan waktu untuk menerima pencerahan sekalian meraup keberkahan dari Dzuriyah Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur. Kehadiran Beliau akan berdampak terhadap penguatan ukhuwah alumni dan santri putri Lirboyo di Brebes dalam mengahadapi masyarakat yang berkemajuan. ***