Beranda Sindikasi Disdik Kabupaten Bandung Monitoring UPK Paket C di PKBM Nurul Falah Ciwidey

Disdik Kabupaten Bandung Monitoring UPK Paket C di PKBM Nurul Falah Ciwidey

BANDUNG (Aswajanews.id) – Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) Paket C di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nurul Falah Ciwidey, Kabupaten Bandung, Minggu (5/4/2026).

Kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan pelaksanaan ujian kesetaraan berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Di PKBM Nurul Falah Ciwidey, sebanyak 100 warga belajar mengikuti UPK Paket C, yang merupakan program pendidikan kesetaraan setara dengan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).

Ujian tersebut dilaksanakan selama tiga hari di lokasi PKBM Nurul Falah, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia penyelenggara.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Asep Kusumah, S.Sos., M.Si., melalui Kasi Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan Nonformal/Kesetaraan serta Pengembangan Bahasa dan Sastra, Edi Rismawan, S.Pd., menyampaikan bahwa hasil monitoring menunjukkan proses ujian berlangsung dengan baik.

“Dari hasil monitoring yang dilakukan, pelaksanaan UPK di PKBM Nurul Falah berjalan lancar dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala PKBM Nurul Falah Ciwidey H. Eman Sulaeman, S.Pd., mengatakan program pendidikan kesetaraan memberikan kesempatan bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal.

Menurutnya, keberadaan PKBM juga menjadi bagian dari upaya mendukung program pemerintah daerah dalam penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) serta meningkatkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di Kabupaten Bandung.

“Melalui pendidikan kesetaraan ini masyarakat tetap memiliki kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan dan membuka peluang melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.

Program pendidikan kesetaraan melalui PKBM hingga kini masih menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang tidak dapat menempuh jalur pendidikan formal, sekaligus memperluas akses pendidikan bagi warga di berbagai daerah.

(Reporter: Uus)