BANDUNG (Aswajanews.id) — Pagelaran wayang golek Putra Giri Harja 3 yang dijadwalkan menjadi penutup peringatan Hari Desa Nasional (Hardesnas) 2026 tingkat Kabupaten Bandung di Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, terpaksa ditunda.
Hujan deras turun sejak siang hari dan semakin menguat menjelang sore. Angin kencang juga melanda wilayah Kecamatan Pangalengan, sehingga kondisi dinilai tidak memungkinkan untuk pelaksanaan pertunjukan.
Demi keselamatan penonton, dalang, serta kru pendukung, panitia memutuskan menunda pagelaran wayang golek tersebut. Hingga waktu yang direncanakan, cuaca di lokasi belum juga membaik.
Wayang golek ini sedianya menjadi hiburan sekaligus penutup rangkaian Hardesnas 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Bandung, sekaligus bagian dari upaya pelestarian seni budaya Sunda di wilayah pedesaan.
Pemerintah Kabupaten Bandung menyampaikan bahwa jadwal pelaksanaan ulang pagelaran wayang golek belum ditetapkan dan akan diumumkan kembali setelah kondisi cuaca dinilai aman.
Sementara itu, agenda Bupati Bandung lainnya, seperti kegiatan bedah rumah dan pelayanan masyarakat, tetap dilaksanakan pada hari berikutnya sesuai jadwal.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan mengikuti informasi resmi dari Pemerintah Kabupaten Bandung. (Red)