Beranda Sindikasi BBWS Citanduy Benahi Urat Nadi Pertanian, Desa Cibeureum Siap Sulap Situ Leutik...

BBWS Citanduy Benahi Urat Nadi Pertanian, Desa Cibeureum Siap Sulap Situ Leutik Jadi Pusat Ekonomi dan Wisata

BANJAR (Aswajanews) – Keberhasilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy merehabilitasi saluran irigasi Situ Leutik mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Desa Cibeureum, Kota Banjar. Proyek tersebut dinilai menjadi jawaban konkret atas persoalan pertanian yang telah dihadapi warga selama bertahun-tahun.

Kepala Desa Cibeureum, Yayan Sukarlan, menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan mendalam kepada BBWS Citanduy atas komitmen serta kerja nyata dalam membangun infrastruktur vital tersebut. Menurutnya, rehabilitasi irigasi bukan sekadar proyek fisik, melainkan fondasi penting bagi ketahanan pangan dan penguatan ekonomi masyarakat desa.

“Kami atas nama Pemerintah Desa dan seluruh warga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada BBWS Citanduy. Rehabilitasi ini adalah penguatan pilar utama kehidupan masyarakat kami yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Kini air dari Situ Leutik mengalir lebih lancar, dan harapan lama petani akhirnya terwujud,” ujar Yayan.

Ia menegaskan, manfaat rehabilitasi irigasi telah dirasakan langsung oleh petani di tiga desa yang menggantungkan pasokan air dari Situ Leutik, khususnya di wilayah Dusun Babakan, Cidahu, dan Pasirnagara, Desa Cibeureum. Dengan infrastruktur yang lebih memadai, produktivitas pertanian diyakini akan meningkat secara signifikan.

Lebih jauh, Yayan menyebut keberhasilan rehabilitasi ini sebagai modal awal (starting point) untuk mengakselerasi visi besar Desa Cibeureum. Dengan luas Situ Leutik mencapai 14 hektare, desa kini semakin optimistis mengembangkan kawasan tersebut menjadi sentra ekonomi terpadu yang mencakup sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata.

“Keberhasilan BBWS Citanduy membenahi urat nadi pertanian kami membuktikan bahwa kerja nyata mampu membangkitkan potensi desa. Ini memberi energi baru bagi kami untuk melangkah ke tahap berikutnya, menjadikan Situ Leutik sebagai pusat perputaran ekonomi dan destinasi wisata unggulan,” tambahnya.

Pemerintah Desa Cibeureum, lanjut Yayan, telah menyiapkan berbagai konsep pengembangan, mulai dari festival budaya, event wisata, hingga penyediaan fasilitas pendukung kawasan. Namun demikian, ia menekankan pentingnya dukungan lanjutan dari Pemerintah Kota Banjar dan Pemerintah Provinsi, terutama dalam hal regulasi dan kebijakan pendampingan.

“Kami telah menunjukkan keseriusan dengan perencanaan yang matang. Keberhasilan kolaborasi dengan BBWS Citanduy semestinya menjadi contoh sinergi antarlembaga. Kini kami sangat membutuhkan dukungan kebijakan dan payung hukum dari Pemerintah Kota Banjar agar roda ekonomi yang lebih besar bisa segera bergerak,” tuturnya.

Dengan dukungan infrastruktur irigasi yang andal, Desa Cibeureum berharap dapat membangun narasi baru—bertransformasi dari desa agraris menuju desa mandiri berbasis potensi alam, keindahan, dan kelestarian Situ Leutik demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Apresiasi tertinggi kami sampaikan kepada BBWS Citanduy. Mari kita jaga keberhasilan ini bersama dan lanjutkan kolaborasi demi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkas Yayan.
(Nana S)