Beranda Sindikasi Corong Jabar dan DLH Jabar Bahas Krisis Sampah Bandung Raya, Pemrov Jabar...

Corong Jabar dan DLH Jabar Bahas Krisis Sampah Bandung Raya, Pemrov Jabar Targetkan TPPAS Legok Nangka Beroperasi 2029

BANDUNG (Aswajanews) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat menerima audiensi perwakilan presidium Corong Jabar (8/6/2026) guna membahas persoalan sampah di wilayah Bandung Raya yang dinilai semakin mengkhawatirkan serta mencari langkah-langkah solusi penanganannya.

Rombongan perwakilan Presidium Corong Jabar dipimpin Ketua presidium Yusuf Sumpena, S.H., SPm., dikenal Kang Iyus didampingi Sekretaris Jenderal Aep Alamsyah dan sejumlah anggota lainnya. Mereka diterima oleh jajaran DLH Jawa Barat yang diwakili Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Terpadu Regional (PSTR) Arief Perdana, S.T., bersama Ahmad Rifai, S.T., M.T., Gugi Gunawan, S.Hut., M.P., serta Koordinator Humas Ahmad Afrizal.

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban tersebut, kedua pihak membahas berbagai persoalan pengelolaan sampah yang belakangan menjadi perhatian masyarakat di Bandung Raya.

Presidium Corong Jabar, yang merupakan wadah berhimpunnya Politisi, Pemikir, Akademisi dan tokoh masyarakat dari berbagai profesi di Jawa Barat, menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi penanganan sampah yang dinilai membutuhkan langkah cepat dan kolaboratif.

Ketua Presidium Corong Jabar, Yusuf Sumpena, mengatakan tumpukan sampah yang terlihat di berbagai lokasi, mulai dari kawasan permukiman, pasar tradisional hingga ruas jalan, berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Penumpukan sampah dapat memicu pencemaran lingkungan, menimbulkan bau tidak sedap, meningkatkan risiko banjir akibat saluran air tersumbat, serta menjadi sumber penyebaran penyakit. Karena itu diperlukan kolaborasi seluruh pihak untuk mengatasinya,” ujarnya.

D95AEEA4 C709 45EE AE82 A65C1CCF122A scaled

Menurut Kang Iyus, penyelesaian persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab rakyat saja tetapi pemerintah juga harus bertanggung jawab . Selain itupun Keterlibatan dunia usaha, komunitas lingkungan menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Saat ini, kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat semakin terbatas untuk menampung ribuan ton sampah yang setiap hari dihasilkan dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat.

Di sisi lain, Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legoknangka yang selama ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi pengelolaan sampah regional hingga kini belum beroperasi. Kondisi tersebut membuat beban pengelolaan sampah masih bertumpu pada TPA Sarimukti yang terus menghadapi ancaman kelebihan kapasitas.

Menanggapi hal tersebut, Kepala UPTD PSTR DLH Jawa Barat, Arief Perdana, menjelaskan bahwa operasional TPPAS Legoknangka masih memerlukan sejumlah tahapan yang harus diselesaikan.

Menurutnya, berdasarkan perencanaan yang ada, fasilitas pengolahan sampah regional tersebut ditargetkan paling cepat dapat mulai beroperasi pada tahun 2029.

“Masih ada beberapa tahapan yang harus dilalui, baik dari sisi administrasi, teknis, pembangunan infrastruktur maupun kesiapan sistem pengelolaannya. Karena itu, target paling cepat TPPAS Legoknangka dapat beroperasi adalah pada tahun 2029,” ungkap Arief.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terjadinya kembali darurat sampah seperti yang pernah terjadi pascakebakaran TPA Sarimukti pada tahun 2023. Apabila tidak diimbangi percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern dan upaya pengurangan sampah dari sumbernya, Bandung Raya berpotensi menghadapi kembali penumpukan sampah di berbagai wilayah.

Karena itu, Presidium Corong Jabar mendorong pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat langkah-langkah pengelolaan sampah berbasis masyarakat sembari menunggu operasional TPPAS Legoknangka. Program pemilahan sampah rumah tangga, pengembangan bank sampah, hingga pengolahan sampah organik di tingkat lingkungan dinilai perlu terus diperluas dan diperkuat.

809DDD1D 8A62 4D44 8B50 50A8942E75B3 scaled

Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal mempererat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mencari solusi konkret terhadap persoalan sampah yang menjadi tantangan besar bagi Bandung Raya, sehingga pengelolaan sampah yang berkelanjutan dapat segera terwujud. (Red/Nas)