Beranda Sindikasi Subsidi BBM Dipertanyakan! Warganet Soroti Harga Pertalite vs Pertamax

Subsidi BBM Dipertanyakan! Warganet Soroti Harga Pertalite vs Pertamax

JAKARTA (Aswajanews) – Baru-baru ini, warganet Indonesia dihebohkan dengan perbandingan harga BBM jenis Pertalite dan Pertamax yang ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam sebuah video yang beredar, disebutkan bahwa harga Pertalite dinilai lebih mahal jika dibandingkan dengan Pertamax apabila dihitung berdasarkan besaran subsidi yang diberikan pemerintah.

Dalam video tersebut dijelaskan, harga Pertalite saat ini sekitar Rp10.000 per liter karena mendapat subsidi pemerintah sebesar Rp6.000 per liter. Sementara Pertamax yang disebut tidak mendapatkan subsidi dijual sekitar Rp12.300 per liter.

Hal itu kemudian memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat. Pasalnya, Pertamax dikenal memiliki kualitas lebih baik dibanding Pertalite, baik dari sisi oktan maupun performa mesin. Namun jika benar Pertalite mendapat subsidi hingga Rp6.000 per liter, maka harga keekonomian Pertalite diperkirakan bisa mencapai Rp16.000 per liter tanpa subsidi.
Warganet pun mempertanyakan kebijakan subsidi BBM yang dinilai tidak tepat sasaran.

“Apakah ini benar-benar subsidi yang tepat? Kalau pemerintah mau memberikan subsidi, seharusnya Pertamax juga disubsidi supaya masyarakat mendapatkan BBM dengan kualitas lebih baik dan harga lebih murah,” tulis salah satu komentar netizen yang ramai dibahas di media sosial.

Dalam perhitungan yang ramai dibicarakan, apabila Pertamax mendapatkan subsidi sebesar Rp6.000 per liter, maka harga jualnya kepada masyarakat diperkirakan bisa turun menjadi sekitar Rp6.300-Rp6.400 per liter.
Perdebatan tersebut membuat masyarakat mempertanyakan skema subsidi energi yang diterapkan pemerintah, termasuk soal harga asli Pertalite sebelum subsidi serta mekanisme penetapan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax.

Hingga kini, warganet meminta pemerintah segera memberikan penjelasan dan klarifikasi terkait perbedaan harga serta skema subsidi BBM agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. (red)