Beranda Sindikasi Ricuh May Day di Bandung, Massa Berpakaian Hitam Bakar Fasilitas Umum

Ricuh May Day di Bandung, Massa Berpakaian Hitam Bakar Fasilitas Umum

BANDUNG (Aswajanews) – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (1/5/2026), berujung ricuh. Sejumlah fasilitas umum dirusak dan dibakar oleh sekelompok massa tak dikenal di kawasan Simpang Tamansari–Cikapayang.

Aksi unjuk rasa yang sebelumnya digelar mahasiswa di depan Gedung DPRD Jawa Barat berlangsung damai. Mahasiswa dari berbagai universitas menyampaikan tujuh tuntutan, termasuk mendesak pemerintah segera mengesahkan undang-undang ketenagakerjaan baru yang menjamin keamanan kerja serta jaminan sosial.

Namun, situasi berubah menjelang malam. Sekitar 150 orang berpakaian serba hitam dan menutupi wajah mulai memblokade jalan serta melakukan aksi vandalisme di kawasan Jalan Tamansari hingga Cikapayang.

Massa merusak sejumlah fasilitas umum, di antaranya videotron, pos polisi (pospol), serta traffic light. Mereka juga membakar water barrier di tengah jalan hingga menimbulkan kepulan asap tebal.

F80D3251 5FA6 440E A307 4EFAAFD5F373
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menegaskan bahwa tidak ada aksi demonstrasi buruh di wilayah Jawa Barat pada hari tersebut. Menurutnya, kegiatan penyampaian aspirasi hanya dilakukan oleh mahasiswa di kawasan Jatinangor, Sumedang, dan di lingkungan DPRD Jawa Barat.

Ia memastikan kelompok yang memicu kericuhan bukan berasal dari massa buruh, melainkan pihak tidak dikenal.

“Terlihat sekitar 150 massa tidak dikenal, dengan ciri berpakaian hitam dan menutup muka untuk menghindari identitas,” ujar Rudi, Sabtu (2/5/2026).

C06AB84B 69AF 4986 868D 0BDC5395E425

Polisi menduga kelompok tersebut telah mempersiapkan aksi anarkis. Hal itu terlihat dari perlengkapan yang dibawa, seperti botol berisi bahan bakar dengan sumbu yang diduga sebagai bom molotov, serta benda keras lainnya.

“Mereka melakukan penyiraman bahan bakar dan membawa botol berisi minyak dengan sumbu, atau molotov, serta merusak lampu lalu lintas dan fasilitas lainnya,” ungkapnya.

36C4C06C A0D5 4FD2 9EC9 EEBBB333956D
Aparat kepolisian yang dilengkapi perlengkapan pengamanan langsung membubarkan massa. Mobil water cannon juga dikerahkan untuk mengendalikan situasi.

Polisi turut mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam kericuhan tersebut. Namun, hingga kini pihak kepolisian belum merinci identitas maupun jumlah pasti yang diamankan.

Kapolda menegaskan, aksi tersebut bukan bagian dari penyampaian aspirasi.

“Kami masih mendalami motifnya. Yang jelas ini bukan aksi penyampaian pendapat, melainkan pengerusakan,” tegasnya.

Hingga pukul 20.00 WIB, aparat kepolisian masih berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif. (Red)