UNGARAN (Aswajanews) – Menjadi guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) bukan sekadar profesi, melainkan bentuk pengabdian atau khidmah seumur hidup. Hal ini ditegaskan oleh KH Ubadillah Shodaqoh saat menyampaikan mauidzah hasanah dalam peringatan Harlah ke-14 FKDT tingkat Jawa Tengah.
Menurutnya, kedekatan geografis antara guru dan murid MDT menjadikan peran pengawasan tidak berhenti di ruang kelas. “Guru MDT tidak hanya mengawasi saat mengajar, tetapi juga di luar itu, karena mereka hidup di lingkungan yang sama dengan murid,” ujarnya dalam acara yang digelar di kawasan Makam Syekh Hasan Munadi, Nyatnyono, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Kamis (23/4/2026).
Ia menambahkan, relasi antara guru dan murid MDT bahkan berlangsung hingga murid tumbuh dewasa. Hal ini berbeda dengan guru di lembaga formal yang kerap terpisah jarak dan waktu setelah masa tugas berakhir. “Menjadi guru MDT adalah khidmah sepanjang hayat,” tegasnya.
Meski honor yang diterima relatif minim, Yai Ubaid menilai peran guru MDT sangat mulia karena menjadi ladang amal ibadah. Ilmu agama yang diajarkan secara turun-temurun akan terus mengalir sebagai pahala jariyah. Selain itu, keberadaan MDT juga berfungsi sebagai “terapi sosial” bagi anak-anak untuk mengurangi ketergantungan pada gadget, terutama setelah mereka mengikuti pendidikan formal di pagi hari.

Acara Harlah ke-14 FKDT Jawa Tengah ini turut dihadiri berbagai unsur pemerintahan dan tokoh penting, di antaranya perwakilan Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta Pemerintah Kabupaten Semarang.
Sebelum seremoni utama, kegiatan diawali dengan mujahadah dan pembacaan manaqib yang dipimpin oleh Abdul Rohman, diikuti jamaah Mujahadah Legian yang rutin digelar setiap malam pasaran Legi.
Sekretaris DPW FKDT Jawa Tengah, Zahid Hasani, bersama jajaran pengurus lainnya juga tampak hadir, termasuk perwakilan DPC FKDT kabupaten/kota se-Jawa Tengah yang memenuhi pendopo agung sekretariat.
Sebagai penutup, dilakukan pemotongan tumpeng sebanyak 14 buah sebagai simbol usia FKDT yang ke-14 tahun, yang kemudian dinikmati bersama oleh seluruh jamaah yang hadir dalam suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur. (Red/Nas)