Beranda Sindikasi Polres Indramayu Bongkar Mafia LPG dan Pertalite di Gantar, Modus Oplos dan...

Polres Indramayu Bongkar Mafia LPG dan Pertalite di Gantar, Modus Oplos dan Barcode Ilegal Terungkap!

INDRAMAYU (Aswajanews) – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Indramayu Polda Jabar berhasil membongkar praktik ilegal penyalahgunaan minyak dan gas bumi (migas) di Kecamatan Gantar. Dua pelaku diamankan dalam kasus pengoplosan LPG bersubsidi dan penyelewengan BBM jenis Pertalite.

Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Aula Atmaniwedhana, Rabu (15/4/2026), yang dipimpin Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang.

Dalam kasus LPG, polisi menangkap tersangka RW (40) yang diketahui melakukan pengoplosan gas bersubsidi dengan cara memindahkan isi tabung 3 kg ke tabung 12 kg non-subsidi menggunakan alat modifikasi.

“Tersangka memindahkan isi empat tabung gas 3 kg ke dalam satu tabung 12 kg. Tabung oplosan dijual seharga Rp160.000 dengan keuntungan mencapai Rp96.000 per tabung,” ungkap Kapolres.

WhatsApp Image 2026 04 15 at 20.34.37 2

Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Suzuki Carry pick-up, 132 tabung gas 3 kg kosong, 54 tabung 12 kg kosong, 53 tabung hasil oplosan, serta peralatan seperti selang dan segel palsu.

Sementara itu, dalam kasus BBM, polisi turut mengamankan seorang perempuan berinisial H (35). Tersangka menggunakan modus membeli Pertalite di SPBU dengan memanfaatkan tiga barcode milik orang lain untuk memperoleh BBM dalam jumlah besar.

BBM tersebut kemudian dipindahkan ke galon dan jerigen berkapasitas 15 hingga 35 liter untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi dari harga subsidi.

WhatsApp Image 2026 04 15 at 20.34.37 1

Barang bukti yang disita antara lain satu unit mobil pick-up, 10 galon berisi Pertalite, belasan jerigen kosong, alat bantu seperti corong dan selang, serta handphone berisi data barcode.

Kapolres menegaskan, pihaknya berkomitmen menindak tegas praktik ilegal yang merugikan negara dan masyarakat.

“Kami akan melakukan penyidikan secara profesional dan tuntas, termasuk uji laboratorium dan pemeriksaan ahli migas. Ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan subsidi tepat sasaran,” tegasnya.

Polres Indramayu memastikan akan terus mengawasi distribusi energi bersubsidi agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. (Sn)