Beranda Sindikasi Wamenag Tekankan Pancasila sebagai “Kausa Prima” dalam Pembinaan ASN Kemenag Jabar

Wamenag Tekankan Pancasila sebagai “Kausa Prima” dalam Pembinaan ASN Kemenag Jabar

BANDUNG (Aswajanews) – Wakil Menteri Agama RI, Muhammad Syafii, menegaskan pentingnya penguatan ideologi Pancasila sebagai fondasi utama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Pembinaan ASN dan Pelayanan Publik Menuju Kemenag Berdampak yang digelar di Aula Yohanes Paulus, Gedung Keuskupan Bumi Silih Asih, Bandung, Jumat (10/4/2026).

Dalam arahannya, Wamenag yang akrab disapa Romo itu mengingatkan bahwa Indonesia berdiri di atas empat konsensus dasar, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika. Keempatnya, menurut dia, terus disosialisasikan oleh MPR hingga ke seluruh pelosok Nusantara, bahkan kepada warga negara Indonesia di luar negeri.

Romo menegaskan, Pancasila bukanlah konsep yang disusun secara teoritis semata, melainkan hasil kristalisasi nilai-nilai luhur yang telah hidup di tengah masyarakat Indonesia sejak lama.

“Kalau ingin memahami Indonesia, maka lihatlah Pancasila. Di dalamnya tercermin karakter bangsa yang berketuhanan, berkemanusiaan, bersatu, berkerakyatan, dan berkeadilan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, sebagai “Kausa Prima” atau sebab utama yang menjadi landasan dari seluruh sila lainnya. Menurutnya, setiap upaya mewujudkan kemanusiaan, persatuan, demokrasi, hingga keadilan sosial harus berakar pada nilai ketuhanan.

“Tidak ada keadilan tanpa landasan Ketuhanan. Tidak boleh ada persatuan tanpa dasar Ketuhanan. Semua aspek dalam Pancasila harus bernafaskan Ketuhanan Yang Maha Esa,” tegasnya.

E797EB62 5731 488C 86E8 5F69726C8B6B

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat, Dudu Rohman, menyampaikan berbagai upaya peningkatan kualitas pendidikan madrasah. Salah satunya melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi ternama di Jawa Barat, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (UNPAD), dan Universitas Pasundan (UNPAS).

“Kami ingin mendorong lahirnya madrasah unggul dengan kualitas pendidikan yang semakin baik melalui kolaborasi strategis ini,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga tengah merancang program penguatan kompetensi siswa madrasah, termasuk kemampuan membaca kitab kuning serta pengembangan potensi di bidang lain seperti olahraga.

7B5E168B 7840 4F12 84A5 152426AECA02

Plt. Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jabar, Nur Rochmat Robi Abdulrohim, menambahkan bahwa pemilihan lokasi kegiatan di Gedung Keuskupan Bumi Silih Asih merupakan simbol upaya merajut harmoni antarumat beragama.

“Kami ingin membangun kebersamaan dan memperkuat harmoni keberagamaan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di tengah keterbatasan,” pungkasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh para pejabat administrator Kanwil Kemenag Jabar, kepala kantor Kemenag kabupaten/kota se-Jawa Barat, kepala madrasah tingkat Tsanawiyah dan Aliyah, serta para penyuluh lintas agama. (Kontributor : Tri Budiono)