BANDUNG (Aswajanews) – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang turut mengguncang stabilitas ekonomi global dipastikan tidak berdampak pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Pemerintah menegaskan, seluruh jadwal keberangkatan jamaah haji Indonesia, khususnya dari Jawa Barat, tetap berjalan sesuai rencana.
Sebanyak 29.643 calon jamaah haji asal Jawa Barat dipastikan akan diberangkatkan tanpa penundaan. Hal tersebut disampaikan Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Barat, H. Boy Hary Novian, usai pelaksanaan bimbingan manasik haji tingkat Kota Bandung di Pusdai Jawa Barat, Rabu (1/4/2026).
Didampingi Kepala Kemenhaj Kota Bandung, H. Andy Mohammad Arief, Boy menegaskan bahwa seluruh tahapan persiapan pemberangkatan jamaah haji Jawa Barat telah mencapai 100 persen.
“Seluruh dokumen jamaah seperti paspor dan visa sudah siap. Saat ini kami tinggal mematangkan persiapan teknis, termasuk kesiapan asrama haji sebagai titik awal pemberangkatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemberangkatan jamaah haji Jawa Barat dijadwalkan mulai 21 April 2026. Total sebanyak 68 kelompok terbang (kloter) akan diberangkatkan melalui dua embarkasi utama.
Rinciannya, sebanyak 40 kloter akan diberangkatkan melalui Embarkasi Indramayu menggunakan Bandara Internasional Jawa Barat (Kertajati). Sementara 28 kloter lainnya akan berangkat melalui Embarkasi Bekasi dengan penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
“Untuk mendukung kelancaran proses keberangkatan, asrama haji di Indramayu dan Bekasi masing-masing telah disiapkan dengan kapasitas hingga 1.600 calon jamaah,” jelasnya.
Selain kesiapan teknis, pemerintah juga menekankan pentingnya kesiapan fisik para calon jamaah. Boy mengingatkan bahwa ibadah haji merupakan rangkaian ibadah yang membutuhkan ketahanan fisik yang prima.
“Kami mengimbau jamaah untuk menjaga kesehatan sejak sekarang. Kurangi aktivitas berat yang tidak perlu dan fokus pada persiapan diri agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan lancar,” pesannya.
Di tengah isu keamanan global, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah RI juga telah melakukan koordinasi intensif dengan otoritas terkait di Arab Saudi. Hasilnya, operasional penyelenggaraan haji 2026 dipastikan tetap berjalan normal tanpa perubahan jadwal.
Pemerintah Arab Saudi memastikan seluruh tahapan haji tetap sesuai jadwal. Jadi jamaah tidak perlu khawatir terhadap situasi yang berkembang di Timur Tengah,” tegas Boy.
Ia pun mengajak seluruh calon jamaah untuk tetap tenang dan meningkatkan kesiapan, baik secara fisik, mental, maupun spiritual.
“Yang terpenting saat ini adalah mempersiapkan diri sebaik-baiknya. InsyaAllah seluruh proses ibadah haji tahun ini dapat berjalan aman, lancar, dan khusyuk,” pungkasnya. (Nas)