Hari ini tepatnya Kamis, 26 Maret 2027 di rumah saya desa Jagalempeni Selatan Kec Wanasari Kab Brebes menjadi momentum yang sangat penting secara khusus untuk alumni MTs As Salafiyah Sitanggal Kec Larangan Kab Brebes. Momentum dalam besutan Reuni yang sederhana menjadi titik awal untuk merajut kembali balung pisah yang sudah sekian tahun berserakan. Tercatat sejak lepas dari MTs As Salafiyah Sitanggal, tahun 1992 sudah tiga kali menyelenggarakan pertemuan, dan hari ini tahun 2026 menjadi pertemuan yang ke empat.
Rentang tahun 1992 sampai 2026 bukan waktu yang pendek. Akan tetapi sebuah perjalanan panjang dengan dinamika kehidupan yang tidak semua saling tahu dan saling mengerti. Disinilah pentingnya silaturahmi untuk saling mengerti kabar dan ceria masing masing. Meskipun sebagian ada yang sering bertemu atau minimal menyapa di dunia maya (WAG), akan tetapi pertemuan hari ini akan memiliki makna yang berbeda..
Sebuah perjalanan panjang dengan jarak 34 tahun tentu masih ada sisa ingatan masa lalu saat pergaulan yang lucu. Meskipun demikian kata seorang pakar Psikolog masa remaja tingkat SMP atau MTs itu masa yang sangat mengesankan. Apa sebab ? Masa MTs adalah usia memasuki awal pintu remaja yang menjadi fase menuju dewasa. Masa tersebut sarat dengan muatan keindahan dan keinginan dengan emosi yang kadang kurang terkendalikan.
Lepas dari itu, hari ini dengan usia yang rata rata sudah mendekati berkepala lima tentu dengan suasana yang berbeda akan mengukir kembali silaturahmi satu angkatan di MTs As Salafiyah Sitanggal. Kesempatan ini tentu tidak semua orang bisa meluangkan waktu di tengah kesibukan beberapa hari setelah lebaran Idul Fitri. Sebagian teman teman kita sudah berpulang, semoga mereka ditempatkan di taman surganya Allah. Sebagian yang lainnya masih sibuk dengan urusan keluarga dan lain sebagainya.
Oleh karena itu melalui kesempatan Reuni ini tentu tidak berhenti pada batasan fisik kita berkumpul, akan tetapi Paseduluran akan menjadi ukiran yang indah di batin kita masing masing. Sebatas fisik akan berubah ditelan waktu. Sebatas tampilan dan status sosial pada akhirnya akan sirna. Akan tetapi ikatan Paseduluran yang terpatri dalam batin akan abadi, meski sudah berpindah alam.
Kisah dan cerita dulu yang indah, lucu , suka dan duka biarlah menjadi bagian perjalanan hidup yang terus bergerak menuju muara kebaikan. Sesungguhnya dulu tidak pernah mimpi dan menyangka akan dipertemukan kembali dengan situasi dan suasana yang berbeda. Itulah takdir yang tidak ada siapapun yang tahu kecuali Yang Maha Tahu.
Kita mungkin masih bisa mengingat kisah dan cerita dulu, tapi tidak bisa diputar kembali karena dunia ini bukan film yang bisa diputar setiap saat. Kita bisa mengenang canda dan tawa yang indah, dengan wajah yang lugu dan lucu. Akan tetapi hari ini dengan suasana yang berbeda hanya bisa membentangkan ingatan yang tidak semua bisa terekam. Hal itu karena dulu belum ada Facebook, Instagram, Watshap atau media sosial lainnya yang bisa merekam kisah kita dulu.
Dengan menanggalkan profesi dan status sosial yang berbeda kita akan bertemu dengan status yang sama, yaitu sama sama alumni MTs As Salafiyah Sitanggal tahun 1992. Apapun status sosial atau predikat kita tidak penting, karena dihadapan Allah kita sama sebagai hamba Allah. Sesungguhnya yang membedakan adalah kadar ketaqwaan kita masing masing yang tidak harus diperlihatkan kepada siapapun.
Tidak ada sekat di antara kita dalam konteks sebagai alumni yang pernah menimba ilmu di MTs As Salafiyah Sitanggal. Kita akan melebur dalam satu barisan yang sama untuk memperkuat silaturahmi dan Paseduluran. Canda, tawa dan berbagi kisah akan menjadi warna keakraban kita dalam suasana yang penuh bahagia. Semoga kelak di akhirat nanti dipertemukan di Surga yang indah. Amin..