Beranda Sindikasi Masjid Jadi Rest Area Pemudik! Kemenag Kabupaten Bandung Siapkan Layanan Gratis &...

Masjid Jadi Rest Area Pemudik! Kemenag Kabupaten Bandung Siapkan Layanan Gratis & Nyaman di Jalur Mudik 2026

BANDUNG (Aswajanews.id) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung menghadirkan program Masjid Ramah Pemudik 2026 sebagai solusi tempat singgah yang aman dan nyaman bagi para pemudik selama arus mudik Lebaran.

Program ini tidak hanya berfungsi sebagai layanan keagamaan, tetapi juga menghadirkan fasilitas langsung bagi pemudik yang menempuh perjalanan jauh menuju kampung halaman.

C264718A E3BE 49BA 9E21 FA33227EA0F9

Peluncuran program ditandai melalui kegiatan Kick Off di Masjid Al-Kholil yang berada di Jalan Raya Bandung–Garut, salah satu jalur utama yang padat dilalui pemudik.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kemenag Kabupaten Bandung Ramlan Rustandi, Kepala Subbag TU H. Asep Saefulloh, serta Kepala Seksi Bimas Islam H. Abdul Hanan.

Dalam keterangannya, Ramlan Rustandi menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen Kemenag dalam memperluas fungsi masjid agar lebih inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Program Masjid Ramah Pemudik ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi para pemudik untuk beristirahat, beribadah, serta mendapatkan fasilitas dasar selama perjalanan,” ujarnya.

D3020DDB B31C 4F1A A120 76238304198F
Pemudik istirahat menikmati layanan “Masjid Ramah Pemudik”

Program yang berlangsung mulai 11 hingga 29 Maret 2026 ini menetapkan tiga masjid strategis sebagai pusat layanan pemudik, yaitu:

  1. Masjid Agung Al-Fathu
  2. Masjid Riyadlul Jannah
  3. Masjid Al-Kholil

Ketiga masjid tersebut berada di jalur utama arus mudik sehingga mudah diakses tanpa harus keluar jauh dari rute perjalanan.

Fasilitas Lengkap, Pemudik Makin Tenang

Pemudik yang singgah akan mendapatkan berbagai fasilitas, di antaranya:

  • Ruang salat bersih dan nyaman
  • Toilet dan tempat wudu dengan air memadai
  • Area istirahat bagi musafir
  • Area parkir yang aman dan luas
  • Air minum dan takjil gratis
  • Layanan sahur bagi pemudik malam hari
  • Charging station untuk pengisian daya ponsel

Program ini turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari penyuluh agama, KUA, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), hingga anggota Saka Amal Bakti. Selain itu, kegiatan ini juga terintegrasi dengan Ekspedisi Masjid Indonesia.

Melalui kolaborasi tersebut, layanan bagi pemudik diharapkan berjalan optimal dan berkelanjutan.

Kehadiran program ini menjadi langkah nyata menjadikan Kabupaten Bandung tidak hanya sebagai jalur lintasan mudik, tetapi juga sebagai wilayah yang memberikan kenyamanan, keamanan, dan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

(Nas/Uus)