Beranda Sindikasi Plafon RS Bedas Pacira Copot, Pemerintah dan Kontraktor Tindaklanjuti Perbaikan

Plafon RS Bedas Pacira Copot, Pemerintah dan Kontraktor Tindaklanjuti Perbaikan

BANDUNG (Aswajanews.id) – Insiden terjadi pada Gedung B Lantai 3 RS Bedas Pacira, Selasa (17/3/2026) pukul 04.00 WIB, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Beberapa bagian plafon gypsum Gedung B Lantai 3 RS Bedas Pacira copot dan jatuh. Area terdampak diamankan tim tanggap darurat untuk menjaga keselamatan pasien dan staf.

Kerusakan terjadi meski bangunan berusia dua tahun. Penyebab sementara adalah angin kencang, hujan, dan kelembaban tinggi Pacira, serta material gypsum yang tidak tahan air.

Bagian depan gedung lebih tinggi dibanding belakang sehingga angin langsung menekan plafon, memperparah kerusakan. Beberapa plafon terlepas dan jatuh ke selasar.

C9E4EAE2 DDF4 40B7 91BA 2230E9FA2AA4
Bupati Dadang Supriatna memberikan keterangan kepada awak media terkait penanganan plafon RS Bedas Pacira.

Bupati Dadang Supriatna, Rabu (18/3/2026), meninjau lokasi bersama Ketua DPRD Hj. Renie Rahayu Fauzi, Kepala DPUTR Zeis Zultaqawa, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, pejabat Kecamatan Ciwidey, dan beberapa kepala desa.

Bupati Dadang menyampaikan, “Material gypsum akan diganti GRC yang lebih kuat menahan guncangan angin. Perbaikan dilakukan segera agar keselamatan pasien tetap terjaga.”

Ketua DPRD Hj. Renie Rahayu Fauzi menekankan, “Keselamatan pasien dan tenaga medis adalah prioritas. Perbaikan harus cepat dengan pengawasan ketat agar kejadian serupa tidak terulang.”

Kepala Bidang Bangunan Gedung DPUTR Kabupaten Bandung, Widia Astuti, mengatakan, “Penanganan segera akan dilaksanakan. Jika skylift tidak memungkinkan, kami gunakan scaffolding. Proses ini membutuhkan waktu karena lokasi terdampak terhalang bangunan lain.”

Ia menambahkan, tanggung jawab pemeliharaan gedung masih di DPUTR karena serah terima belum sepenuhnya dilakukan. DPUTR tetap mengawasi perbaikan untuk memastikan keamanan dan kelayakan fungsi gedung.

Pihak kontraktor, perwakilan PT Gie, Mexa, menyebut gedung ini proyek tahap pertama tahun 2024. Ia menegaskan penggunaan gypsum sesuai kontrak, meski sempat mengusulkan GRC yang lebih tahan air.

“Ini bukan bangunan baru. Hujan dan angin besar memicu kejadian. Kami akan cek seluruh atap dan memperbaiki jika menemukan masalah,” ujar perwakilan kontraktor. Ia juga menyampaikan permohonan maaf dan kesiapannya bertanggung jawab.

Direktur RSUD Bedas Pacira, dr. Reymond Pangihutan Sirait, melalui Kasubag TU Dani Sumarya, menjelaskan, “Awalnya satu bagian lepas, lalu merembet ke bagian lain hingga beberapa plafon jatuh ke selasar. Kami langsung mengamankan area sehingga tidak membahayakan pasien dan staf.”

RS Bedas Pacira tetap beroperasi sementara perbaikan berlangsung. Area terdampak diamankan untuk memastikan keselamatan pasien, tenaga medis, dan pengunjung.

Proses perbaikan mencakup penggantian material plafon, pengawasan kualitas konstruksi, dan peninjauan desain gedung agar tekanan angin tidak kembali menjadi risiko.

RS Bedas Pacira direncanakan menjadi rumah sakit percontohan dan tujuan medical tourism, memungkinkan masyarakat dan wisatawan melihat langsung fasilitas dan layanan kesehatan yang tersedia.

Pemerintah Kabupaten Bandung memastikan fasilitas rumah sakit tetap memenuhi standar operasional serta keselamatan publik. (Reporter: Uus)