BREBES (Aswajanews) – Peserta Pesantren Ramadhan di SMAN 1 Bulakamba mendapatkan materi tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui konsep ekoteologi. Dalam perspektif agama, manusia sebagai khalifah di bumi memiliki tanggung jawab untuk menjaga alam agar tidak mengalami kerusakan.
Hal tersebut disampaikan Akhmad Sururi saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pesantren Ramadhan di SMAN 1 Bulakamba, Kabupaten Brebes, Kamis (6/3/2026). Ia menegaskan bahwa ajaran agama mendorong manusia untuk merawat bumi dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari keimanan.
Menurut Sururi, menjaga kelestarian lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Kesadaran tersebut perlu dibangun melalui gerakan bersama yang melibatkan seluruh warga sekolah.
“Kesadaran menjaga lingkungan harus dibangun secara kolektif. Semua pihak di sekolah perlu memiliki komitmen yang sama untuk menaati aturan dan menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Sekretaris PD DMI Kabupaten Brebes itu menambahkan, semangat ekoteologi merupakan langkah penting untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga bumi dari berbagai potensi bencana. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui berbagai aksi nyata, seperti menanam pohon dan menjaga kelestarian alam.

Ia juga menyinggung berbagai bencana yang terjadi belakangan ini, seperti banjir, longsor, dan tanah bergerak, yang menurutnya banyak dipicu oleh perilaku manusia yang kurang ramah terhadap lingkungan.
“Penebangan pohon secara sembarangan membuat air hujan tidak dapat diserap dengan baik oleh tanah. Akibatnya, banjir mudah terjadi di berbagai wilayah,” jelas Sururi.
Ketua DPC FKDT Kabupaten Brebes itu menegaskan bahwa alam diciptakan untuk kemaslahatan manusia. Namun, manusia tidak boleh mengeksploitasi alam secara berlebihan karena dapat menimbulkan kerusakan dan bencana.
“Ketika manusia memperlakukan alam dengan baik, maka alam juga akan memberikan manfaat yang baik bagi kehidupan kita,” tambahnya.
Sururi juga menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu Kabupaten Brebes menjadi proyek percontohan program ekoteologi di lingkungan masjid. Dalam program tersebut, PD DMI Kabupaten Brebes menjadi tuan rumah kegiatan penanaman pohon tingkat nasional.
Ia berharap semangat ekoteologi tidak hanya berkembang di lingkungan masjid, tetapi juga dapat diterapkan di sekolah-sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter bagi para pelajar. (Red/Nas)