Hari Lahir Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) yang diperingati setiap 24 Februari bukan sekadar penanda sejarah berdirinya organisasi pelajar ini pada tahun 1954 di Semarang. Lebih dari itu, momen ini adalah ajang refleksi, konsolidasi, dan peneguhan komitmen perjuangan pelajar Nahdliyin dalam menjaga nilai keislaman, kebangsaan, dan keilmuan.
Sebagai badan otonom dari Nahdlatul Ulama, IPNU lahir dari kegelisahan para ulama dan tokoh muda terhadap pentingnya wadah pembinaan pelajar yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual. IPNU didirikan untuk menjawab tantangan zaman, memastikan bahwa generasi muda tetap berpegang pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah di tengah dinamika sosial yang terus berubah.
Dalam setiap peringatan hari lahirnya, IPNU mengingatkan kader-kadernya bahwa status sebagai pelajar adalah identitas perjuangan. Pelajar bukan hanya individu yang menempuh pendidikan formal, melainkan agen perubahan yang memiliki tanggung jawab sosial. Di sekolah, di madrasah, maupun di tengah masyarakat, kader IPNU dituntut menjadi teladan dalam akhlak, disiplin dalam belajar, serta aktif dalam kegiatan sosial-keagamaan.
IPNU juga dikenal dengan komitmennya terhadap nilai-nilai moderasi Islam. Prinsip tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan i’tidal (tegak lurus) menjadi pedoman dalam berpikir dan bertindak. Nilai-nilai ini relevan dalam menjaga persatuan bangsa Indonesia yang majemuk. Di tengah tantangan radikalisme, disinformasi digital, dan krisis moral, IPNU memiliki peran strategis sebagai benteng ideologis dan moral bagi pelajar.
Hari Lahir IPNU adalah momentum untuk memperkuat kaderisasi dan inovasi. Di era digital, IPNU dituntut adaptif, kreatif, dan responsif. Media sosial, teknologi informasi, serta ruang-ruang diskusi modern harus dimanfaatkan sebagai sarana dakwah dan pengembangan kapasitas diri. Pelajar IPNU harus mampu bersaing secara global tanpa kehilangan akar tradisi dan nilai ke-NU-an.
Selamat Hari Lahir IPNU. Semoga semakin kokoh dalam menjaga tradisi, semakin progresif dalam merespons perubahan, dan semakin solid dalam mencetak generasi pelajar yang berilmu, berakhlak, serta berkomitmen terhadap agama dan bangsa. IPNU bukan sekadar organisasi, melainkan kawah candradimuka lahirnya pemimpin masa depan Indonesia. ***