BANDUNG (Aswajanews) – Komitmen menjaga marwah institusi ditegaskan keras jajaran Polresta Bandung. Dalam arahan kepada Pejabat Utama (PJU), para perwira, dan Kapolsek jajaran, Kapolresta Bandung Aldi Subartono menegaskan bahwa soliditas, integritas, dan loyalitas bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama menjaga kepercayaan publik.
Didampingi Wakapolresta AKBP Putu Hendra Binangkari, Kapolresta menekankan bahwa situasi wilayah hukum yang relatif kondusif harus dijaga dengan kerja konkret dan terukur. Ia mengingatkan, kondisi aman tidak boleh membuat lengah.
“Keamanan itu bukan rutinitas. Itu hasil kerja keras yang harus dipertahankan dengan disiplin dan tanggung jawab,” tegasnya.
Sorotan tajam diarahkan pada potensi penyimpangan internal, terutama terkait tindak pidana narkoba. Kapolresta mengeluarkan peringatan tegas agar tidak ada satu pun anggota yang bermain-main dengan hukum.
“Jangan sampai ada anggota yang mencederai kepercayaan masyarakat. Jika ada pelanggaran berat, pasti ditindak tegas,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan melekat yang dimulai dari disiplin pribadi setiap personel. Para Kasat Reskrim, Kasat Narkoba, dan Kasat Lantas diminta lebih adaptif terhadap pembaruan regulasi, termasuk KUHP dan KUHAP, agar respons terhadap laporan masyarakat tidak keliru dan tetap profesional.
Tak hanya fokus pada penegakan hukum, jajaran juga diminta aktif mendukung program prioritas Polda Jawa Barat, mulai dari penguatan ketahanan pangan melalui pembangunan greenhouse, program Rutilahu, hingga optimalisasi penyerapan jagung ke Bulog.
Kesiapsiagaan menghadapi Operasi Ketupat turut menjadi perhatian serius. Selain itu, aksi balap liar yang kerap meresahkan masyarakat ditegaskan harus ditekan secara konsisten, terutama menjelang meningkatnya mobilitas warga.
Kapolresta menutup arahannya dengan pesan kuat soal kepemimpinan dan kekompakan. Menurutnya, organisasi hanya akan kokoh jika dibangun dengan kebersamaan, bukan ego sektoral.
“Organisasi ini kuat karena soliditas. Jika ada kesalahan, lakukan pembinaan. Tapi kalau pelanggaran berat, tidak ada kompromi,” tandasnya.
Arahan ini menjadi sinyal tegas bahwa tantangan Polresta Bandung ke depan bukan hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga memastikan setiap personel bekerja bersih, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (Red)