Beranda Nusantara Jalur Alternatif Mudik Karawang Rusak Parah, Lubang Menganga Ancam Keselamatan Pemotor

Jalur Alternatif Mudik Karawang Rusak Parah, Lubang Menganga Ancam Keselamatan Pemotor

KARAWANG (Aswaja News) – Ruas jalan alternatif mudik di Kabupaten Karawang dikeluhkan warga akibat kerusakan parah dan lubang menganga yang membahayakan pengguna jalan. Jalur yang kerap dilintasi pemudik bermotor saat arus Lebaran itu kini berubah bak “lautan bergelombang”.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan terjadi mulai dari Desa Jayamukti, Kecamatan Banyusari hingga pertigaan Cikalongsari, Kecamatan Jatisari. Sebelumnya, ruas tersebut sempat diperbaiki oleh Pemerintah Daerah dengan metode tambal sulam. Namun, intensitas hujan deras membuat tambalan kembali terkelupas dan lubang-lubang besar muncul lagi di badan jalan.

Pemkab Karawang diketahui hanya melakukan peningkatan jalan dengan hotmix dari Desa Mekarjaya, Kecamatan Cilamaya Wetan hingga Desa Jayamukti, Kecamatan Banyusari, sepanjang kurang lebih 5 kilometer. Hasilnya, ruas yang dihotmix masih relatif mulus, sementara yang hanya ditambal kini kembali rusak.

“Jalan yang dulu dihotmix lumayan masih mulus sampai sekarang. Tapi yang cuma ditambal, sekarang sudah hancur lagi,” ujar Nasihin, warga Cilamaya, Selasa (17/2/2026).

Menurutnya, melintasi jalur Gempol–Cikalong saat ini seperti mengarungi ombak. Badan pengendara terombang-ambing akibat permukaan jalan yang tak rata. Ia menambahkan, beberapa titik memang pernah dicor beton pada masa bupati sebelum Aep Syaepuloh, dan hingga kini kondisinya masih baik. “Yang dicor memang masih bagus, tapi hanya di beberapa lokasi saja. Selebihnya ya garinjul,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Ali, warga Desa Cicinde Selatan, Kecamatan Banyusari. Setiap hari ia mengendarai sepeda motor untuk berjualan pindang ke luar daerah. Kondisi jalan rusak membuatnya harus ekstra waspada.

“Lengah sedikit, dagangan saya bisa amburadul,” ujarnya.

Warga berharap Pemkab Karawang segera merealisasikan perbaikan sebelum arus mudik Lebaran tiba. Selain sebagai jalur alternatif pemudik, ruas tersebut juga menjadi nadi ekonomi masyarakat setempat.

“Hingga sekarang belum ada tanda-tanda perbaikan. Kami khawatir sampai Lebaran kondisinya tetap seperti ini,” kata Ali.

Sebelumnya, Bupati Aep Syaepuloh menyatakan tidak tinggal diam atas banyaknya jalan rusak di Karawang. Untuk Jalan Pantura yang menjadi kewenangan pusat, ia mengaku telah berkoordinasi dengan PPK 1.1 Jawa Barat sebagai perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum. Sementara untuk ruas jalan kabupaten, ia berjanji perbaikan jalur alternatif mudik dari Johar–Krasak hingga Krasak–Cikalong akan dilakukan sebelum Lebaran.

Kini, masyarakat menunggu realisasi janji tersebut sebelum gelombang pemudik kembali memadati jalur alternatif di Karawang. (Ahmad Z)