BREBES (Aswajanews) – Dewan Pimpinan Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kabupaten Brebes mengusulkan peningkatan nilai poin ijazah Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP.
Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) DPC FKDT Kabupaten Brebes yang digelar di Hotel Grand Dian Brebes, Sabtu (7/2/2026). Peningkatan poin ijazah MDT dinilai sangat wajar mengingat proses pendidikan MDT dilaksanakan secara terstruktur selama empat tahun dan berfokus pada pembentukan karakter melalui pendidikan keagamaan Islam.
Selama ini, ijazah MDT hanya memiliki bobot nilai 15 poin dalam SPMB. Nilai tersebut dinilai belum sebanding dengan eksistensi MDT yang seratus persen mengajarkan ilmu agama Islam serta berkontribusi nyata dalam pembentukan akhlak peserta didik.
Kasubag Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Brebes, KH Dr Akrom Jangka Daosat, yang hadir sebagai narasumber, menegaskan bahwa ijazah MDT semestinya mendapat posisi strategis dalam sistem penerimaan peserta didik baru.
“Ijazah MDT mestinya menjadi prioritas atau bahkan persyaratan dalam SPMB, baik di SMP Negeri maupun MTs Negeri di wilayah Kabupaten Brebes. Hal ini akan memperkuat MDT sebagai lembaga pendidikan keagamaan Islam yang menyelenggarakan pembelajaran secara terstruktur,” ujarnya.
Menurutnya, ketimpangan bobot nilai ijazah MDT dibandingkan dengan piagam kejuaraan tingkat kabupaten perlu segera dikaji ulang dan diusulkan perbaikannya.
“Nilai poin ijazah MDT yang lebih rendah dibandingkan piagam kejuaraan tentu perlu kita perjuangkan agar ditambah atau diprioritaskan,” imbuhnya.

Meski demikian, Gus Akrom menekankan pentingnya peningkatan mutu pembelajaran MDT, baik dari sisi proses pembelajaran maupun tata kelola kelembagaan. Hal tersebut dinilai menjadi landasan kuat dalam mengajukan peningkatan poin ijazah MDT sesuai dengan kompetensi lulusan.
“Kami persilakan forum Rakor untuk merumuskan konsep yang matang. Selanjutnya dapat berkoordinasi dengan Kemenag Kabupaten Brebes untuk bersama-sama menyampaikan usulan ini kepada Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga. Kami siap membantu dan mendampingi,” tegas doktor lulusan UIN Walisongo tersebut.
Sebelumnya, usulan peningkatan poin ijazah MDT telah disampaikan oleh Ketua DPC FKDT Kabupaten Brebes, Akhmad Sururi, dalam acara Wisuda Akbar MDT se-Kabupaten Brebes di hadapan Bupati Brebes. Saat itu, Bupati Brebes merespons positif aspirasi FKDT dan mencatatnya sebagai bahan pertimbangan kebijakan.
Rakor DPC FKDT Kabupaten Brebes dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kabag Kesra Setda Brebes Kambali, M.Kes, Kepala Kemenag Kabupaten Brebes yang diwakili Kasi PD Pontren H. Juremi A. Fauzi, serta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga yang diwakili Nur Sidik.
Turut hadir sebagai narasumber pembekalan, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah H. Musyaffa, Lc, yang memberikan penguatan strategis terkait advokasi kebijakan pendidikan keagamaan. (Red/Nas)