BEKASI (Aswajanews) – Tokoh masyarakat Kabupaten Bekasi, HK Damin Sada, melontarkan kritik keras terhadap gaya kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), yang dinilainya lebih menonjolkan aksi simbolik dan konten ketimbang menyentuh persoalan mendesak masyarakat.
Damin secara tegas meminta KDM menghentikan apa yang ia sebut sebagai “drama” dan mulai memfokuskan perhatian pada masalah serius yang saat ini dihadapi warga Bekasi, khususnya banjir yang melanda wilayah Bekasi Utara.
Kritik tersebut dipicu oleh perhatian KDM yang dinilai berlebihan terhadap kasus penjual es kue yang sempat viral di media sosial. Menurut Damin, bantuan terhadap pedagang tersebut sudah sangat memadai dan tidak lagi pantas menjadi prioritas utama seorang gubernur.
“Dedi Mulyadi itu Gubernur Jawa Barat. Jangan mengurus hal-hal sepele yang sudah ditangani banyak pihak. Urusan penjual es kue itu bantuannya sudah sangat cukup,” tegas Damin Sada dalam unggahan di akun media sosialnya, Sabtu (31/1/2026).
Damin menekankan, di saat yang sama ribuan warga Bekasi Utara tengah menderita akibat banjir, namun perhatian pimpinan daerah justru dinilai tidak berada di lokasi krisis.
“Sebaiknya KDM fokus memprioritaskan banjir di Bekasi Utara. Ada ribuan masyarakat terdampak di sana. Itu jauh lebih penting dan membutuhkan kehadiran negara melalui tangan Gubernur,” ujarnya.
Menurut Damin, kehadiran langsung gubernur serta langkah konkret seperti normalisasi sungai dan perbaikan sistem drainase jauh lebih dibutuhkan dibandingkan aktivitas yang berpotensi hanya menciptakan sensasi di ruang publik.
Pernyataan Damin Sada ini menambah daftar aspirasi dan kritik masyarakat yang mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar segera mengambil langkah serius dan terukur untuk mengatasi persoalan banjir menahun di wilayah Bekasi.
(Red)