MAKASSAR (Aswajanews) – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di salah satu hotel di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (29/1/2026).
Dalam pidato pembukaannya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI, Kaesang Pangarep, menyoroti berbagai persoalan bangsa, khususnya terkait bencana alam yang kerap terjadi di Indonesia, mulai dari longsor hingga kerusakan hutan.
Menurut Kaesang, kader PSI tidak cukup hanya bersikap reaktif terhadap bencana, tetapi juga harus bersikap kritis dan solutif.
“Dan tugas kita bukan hanya menjaga, melainkan mempertanyakan mengapa bencana alam itu terjadi dan bagaimana cara menyelesaikannya,” ujar Kaesang di hadapan para kader.
Dalam kesempatan tersebut, Kaesang juga menyinggung sosok Ketua Dewan Pembina PSI yang hingga kini masih misterius dan hanya dikenal dengan inisial “Bapak J”. Ia membocorkan bahwa sosok tersebut dijadwalkan hadir pada hari kedua Rakernas PSI 2026.
Saat menyapa undangan, Kaesang menyebut Grace Natalie selaku Sekretaris Dewan Pembina PSI, lalu mempertanyakan ketidakhadiran Ketua Dewan Pembina.
“Yang saya hormati Sekretaris Dewan Pembina PSI Ibu Grace Natalie beserta seluruh jajarannya tanpa ada ketuanya. Ketuanya di mana? Belum datang? Oh, yaudah. Insyaallah besok datang,” ucap Kaesang yang disambut tepuk tangan peserta Rakernas.
Kaesang kemudian melanjutkan sambutannya dengan menyapa jajaran pengurus DPP PSI. Ia juga menyinggung Ketua Dewan Pakar Nasional PSI, Sunni Tanuwidjaja, yang berhalangan hadir dan diwakili oleh Sekretaris Dewan Pakar Nasional, Muhammad Surya, yang akrab disapa Om Cuya.
“Ini memang Sulawesi Selatan, secara khusus saya tadi meminta untuk menyebut Sekretaris Dewan Pakar, Bapak Muhammad Surya atau yang kita kenal semua dengan Om Cuya,” tuturnya.
Diketahui, dalam struktur kepengurusan PSI periode 2025–2030, Ketua Dewan Pembina PSI tercatat dengan inisial “Bapak J”. Hingga kini, PSI belum secara resmi mengumumkan identitas sosok tersebut, meski belakangan kerap dihubung-hubungkan dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo. (Red)